SULUT – Komitmen Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di daerahnya tak perlu diragukan lagi.
Terobosan demi terobosan terus dilakukan Gubernur Olly. Teranyar, Sulut bakal memiliki laboratorium biomolekuler berstandar Biosafety Level 2 plus WHO terbesar se-Indonesia Timur yang mampu memeriksa sebanyak 1.000 sampel per hari.
Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pemprov Sulut Steve Kepel mewakili Gubernur Olly mengatakan laboratorium berlokasi di Universitas Sam Ratulangi yang bersumber dari dana hibah APBD Provinsi Sulut untuk Unsrat ini tidak hanya dapat memeriksa sampel Covid-19 saja.
“Tapi juga untuk pemeriksaan biomolekuler lainnya seperti kanker, penanda tumor dan lainnya,” kata Kepel di Manado, Selasa (8/9/2020).
- Dipimpin Kansil, ABPEDNAS Bitung Resmi Dilantik Bersama Srikandi Jaga Desa Dan ASLINMAS. Ini Pesan Walikota
- Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sangihe, Bupati Michael Thungari Hadiri Perayaan HUT Ke-163 Jemaat Gmist Yerusalem Enemawira
- Banggar Dan TAPD Provinsi Sulut Terus Membedah Rincian Komponen Anggaran, Pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2026 Mulai Running
Selain itu, Kadis Perkimtan menyebut kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditempatkan di laboratorium biomolekuler telah diakui badan kesehatan dunia.
“Laboratorium ini memiliki luasan dan jumlah ruangan terlengkap se Indonesia timur serta memiliki SDM yg tersertifikasi internasional dan diakui oleh CDC US dan WHO,” ungkapnya.
Terkait pengoperasian perdana laboratorium, Kepel memastikan laboratorium siap digunakan setelah peralatan yang dikirim dari Jakarta tiba di Manado.
“Peralatan untuk laboratorium dikirim dari Jakarta. Nanti kalau sudah diterima tentunya laboratorium siap diresmikan penggunaannya,” tutupnya. (*/JM)





