Manado – Komisi IV DPRD Kota Manado menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan kota Manado Kepala Puskesmas ( Kapus) dan masyarakat Bunaken Kepulauan terkait permasalahan pelayanan kesehatan yang ada di sana, Kamis (25/02).
Rapat dengar pendapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Yanti Kumendong, Sekretaris Komisi Zakaria Tatukude serta personil komisi Nur Amalia dan Sonni Lela.

Rapat ini juga turut hadir Wakil Ketua DPRD Manado Adrey Laikun bersama Kepala bidang pelayanan dan jaminan sosial Dinkes Manado Jimmy Lolita, Kampus Bunaken Kepulauan dr Stanly Rawung.
- Berkontribusi Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM
- Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah
- Mulai 17 Agustus 17 Kantah Terapkan Peralihan Hak Terintegrasi, Urus Balik Nama Maksimal 10 Hari
Keluhan yang di sampaikan masyarakat Bunaken Kepulauan bahwa kurangnya pelayanan kesehatan di puskesmas disana.

”Kurangnya tenaga kesehatan dan Minumnya fasilitas kesehatan di Bunaken Kepulauan. Saat masyarakat membutuhkan untuk berobat tidak ada tenaga medis disana untuk melayani,kata Frits warga Bunaken.
Sementara itu dr Stanly Rawung membantah tuduhan yang di sampaikan itu, menurutnya sudah ada tenaga medis yang siap disana.

” Kami membantah tudingan tersebut, sudah ada tenaga kesehatan, yang siap disana, dan jika tidak ada tenaga kesehatan di puskesmas artinya sedang melakukan pelayanan kesehatan dirumah rumah masyarakat, terang Kapus Rawung.
Kapus juga mengakui Bahwa di puskesmas Bunaken kepulauan masih kekurangan tenaga medis,bahkan sulit sekali mencari tenaga medis yang mau di tempatkan disana.

Setelah mendengar semua keluhan yang disampaikan, Wakil Ketua Komisi IV Yanti Kumendong mengatakan DPRD akan turun lapangan untuk memastikan keluhan warga ini.
”Komisi IV akan turun lapangan bersama dinas kesehatan dan kapus, minggu depan kami akan turlap langsung untuk melihat pelayanan kesehatan disana yang dikeluhkan , tutup Yanti. (Liputan Khusus)








