Gorontalo-Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menggelar konferensi pers setelah menuntaskan pembacaan rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada 24 November 2025. Konferensi yang berlangsung di ruang Komisi IV, Selasa (25/11/2025), dihadiri Wakil Ketua Komisi IV Hamzah Muslimin selaku pembaca rekomendasi, Sekretaris Komisi IV Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, serta anggota Komisi IV dr. Sri Darsianti Tuna.
Dalam penyampaiannya, Komisi IV menyoroti dua persoalan utama: polemik penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 dan lemahnya koordinasi Dispora terkait agenda kepemudaan. Komisi menyatakan mendukung GHM sebagai program pemerintah provinsi, namun sejumlah keputusan teknis panitia dinilai memicu kegaduhan publik dan berdampak pada stabilitas politik. Komisi menemukan bahwa beberapa keputusan Ketua Panitia yang juga Kepala Dispora, Danial Ibrahim, diambil tanpa konsultasi pimpinan, sehingga menyeret Gubernur dan Wakil Gubernur dalam kritik masyarakat. Selain itu, koordinasi antara panitia GHM dan Pemerintah Kota Gorontalo dianggap tidak efektif. Keluhan peserta terkait kontribusi yang dinilai bermuatan politis turut menjadi perhatian.
Di sisi lain, Komisi menilai koordinasi Dispora dalam pembangunan kepemudaan sepanjang 2025 tidak berjalan optimal. Meski DPRD telah mendorong program peningkatan kapasitas pemuda, termasuk kegiatan organisasi Cipayung, Dispora dinilai tertutup dan minim pelibatan organisasi pemuda, sehingga menimbulkan polemik di berbagai kegiatan.
Berdasarkan temuan tersebut, Komisi IV merekomendasikan: penonaktifan Kepala Dispora Danial Ibrahim dan penunjukan pelaksana tugas; revisi desain medali GHM agar bebas muatan politis; serta peningkatan komunikasi Dispora dengan organisasi kepemudaan. Seluruh rekomendasi akan disampaikan kepada Gubernur melalui pimpinan DPRD dan kini dalam proses finalisasi.(**IR)














