oleh

KKN Kolaborasi UGM dan UNG Laksanakan Penyusunan Buku Profil dan Masterplan di Desa Banuroja dan Desa Sarimurni

Randangan-Tim KKN PPM UGM Randangan Benderang 2023 melaksanakan penyusunan Buku Profil dan Dokumen Strategis Masterplan Pengembangan Kawasan di Desa Banuroja dan Desa Sarimurni.

Program ini juga menjadi agenda utama dari KKN Kolaborasi Universitas Gadjah Mada dengan Universitas Negeri Gorontalo pada periode ini. Kegiatan penyusunannya telah berlangsung sejak 26 Juni 2023 ditandai dari adanya pelepasan oleh Pejabat Gubernur Gorontalo dan Rektor UNG di Gedung Pascasarjana UNG.

Pada dasarnya buku profil desa adalah bagian awal dari rangkaian perencanaan pembangunan dan pengembangan potensi desa dengan masterplan desa. Profil desa disusun dalam rangka mendukung pengembangan dan pengembangan potensi desa yang sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan kemampuan setiap desa.

Dalam rangka menunjang kegiatan ini, tim mahasiswa baik dari UGM maupun UNG telah melakukan beberapa kegiatan, yaitu survey data primer terkait berbagai aspek desa, seperti kondisi geografis, kependudukan, sarana prasarana, perumahan, ekonomi dan produksi, kelembagaan, dan permasalahan riil yang dialami oleh desa. Pasca survey, dalam rangka memvalidasi dan melengkapi data, tim KKN mengadakan
rembug desa bersama seluruh unsur masyarakat.

Pada pelaksanaan rembug desa, seluruh unsur masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan harapannya terkait desa. Kepala desa Banuroja, Ronni Handri Koyansow, yang kerap disapa Ayahanda, menyampaikan bahwa dari Masterplan ini diharapkan desa Banuroja bisa bergerak menjadi Desa Maju.

“Harapannya dari masterplan dan kegiatan adik-adik KKN ini dapat menjadi acuan pengembangan Desa Banuroja menjadi desa maju,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banuroja, Ahmad Maarif, juga menyatakan bahwa dengan adanya kekayaan dan keberagaman etnis dan budaya yang ada di Desa Banuroja, masyarakat berharap dapat membangun sebuah desa wisata budaya.

“Selama ini Desa Banuroja sudah diberikan julukan Desa Pancasila karena kekayaan etnis dan budayanya. Namun tidak ada tindak lanjut yang diberikan untuk desa. Dari sini, kami harap desa dapat mulai membangun wisata budaya,” pungkasnya.

Sedangkan, Kepala Desa Sarimurni, I Wayan Santiawan menyampaikan, terhadap Desa Sarimurni diharapkan dapat bergerak menjadi desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera, utamanya dalam pengoptimalan produksi komoditas buah-buahan. Di Desa Sarimurni, akan mudah ditemui Kebun Jeruk dan Pohon Kelapa yang tersebar di segala penjuru desa.

Sedangkan untuk dokumen Masterplan akan menjadi ujung tombak perencanaan pengembangan wilayah yang didasarkan dari pemetaan yang telah dilakukan di buku profil.

Pendekatan yang digunakan adalah dengan perencanaan partisipatif untuk jangka panjang. Pada bulan Agustus mendatang, hasil dari buku profil dan dokumen strategis masterplan desa akan dipresentasikan kembali oleh Kepala Desa Banuroja dan Sarimurni di hadapan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan UNG. Selain itu, akan diadakan pula Pameran yang menampilkan hasil pemetaan dan analisis yang telah dilakukan Mahasiswa KKN. (***)