Sulut – Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak (FK-PKB) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) diminta untuk membantu pemerintah mengendalikan kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia.
Permintaan itu disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak atau FK PKB PGI, Olly Dondokambey dalam acara konsultasi Nasional (Konas) FK-PKB PGI tahun 2022, Kamis (20/10/2022) di GMIT Center Kupang.
Menurut Olly, angka kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. “FK-PKB harus mampu mengendalikan angka KDRT di Indonesia yang terus meningkat,” kata Olly.
Gubernur Sulawesi Utara itu menambahkan, komunikasi sangat penting dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan rumah tangga.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
“Semoga Konas XV FK-PKB ini mampu membantu pemerintah dalam berbagai program pembangunan termasuk pengendalian KDRT, ” pungkasnya.
Sekretaris Umum MPH PGI Pendeta Jacklevyn Manuputty mengatakan, Konas XV Kaum Bapak PGI sangat dibutuhkan untuk saling menasihati sehingga iman semakin kuat.
Lanjut Manuputty, Konas XV Kaum Bapak menjadi tempat untuk menjumpai Allah. Panggilan gereja-gereja adalah panggilan untuk melayani umat dalam segala situasi.
“Panggilan Kekristenan bukan hanya kata-kata tetapi harus melalui tindakan, dan kehidupan kerukunan bersama, ” kata dia.
Ia menambahkan, Kaum Bapak selama ini terlibat aktif dalam kehidupan dan pengembangan gereja yang sangat bermanfaat bagi bangsa. “Mari kita dukung segala pergumulan untuk bangsa dan negara tentu harus segera keluar dari segala tantangan yang ada, ” pungkasnya.
Ketua Umum Panitia, Emelia Julia Nomleni mengatakan, Konas XV Kaum Bapak PGI harus dapat berkontribusi langsung dalam menekan angka kekerasan terhadap ibu dan anak. (*/J.Mo)






