Bunta-Perbaikan jalan berlubang di Jalan Trans Dusun 5 Desa Bunta Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara (Morut), mulai dikerjakan secara bersama antara Pemerintah Desa dengan sejumlah Perusahaan Tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut berlangsung 03 – 06 Juni 2026, di sepanjang ruas Jalan Trans Bunta.
Kondisi jalan Trans Bunta sebelumnya dinilai cukup memprihatinkan. Beberapa titik mengalami kerusakan, berupa lubang yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Kerusakan jalan itu juga, memicu berbagai keluhan dari masyarakat serta karyawan Perusahaan yang setiap hari melintas di wilayah tersebut untuk beraktivitas dan bekerja.
- Arnold Poli Tegaskan LPM Tomohon Sah dan Legal, Lantik Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan Periode 2026–2031
- Langkah Nyata Pembangunan, Desa Lebak Anyar Gelar Musdes Penyusunan RKPDES 2027 dan Laporan Realisasi Semester I
- Hadiri Kawin Massal, Bupati Michael Thungari Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Dari Provinsi Sulawesi Utara
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Desa Bunta mengajukan permohonan bantuan alat berat dan material guna mendukung pelaksanaan perbaikan jalan. Permohonan itu mendapat respons cepat dari PT Stardust Estate Investment (SEI) dan PT Nadesico Nickel Industry (NNI).
Sejak 03 Juni 2026, penimbunan dan perataan material dilakukan di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah. Perbaikan difokuskan pada bagian jalan yang berlubang, agar kembali layak untuk dilalui kendaraan.
Dalam kegiatan ini, PT NNI memberikan dukungan berupa alat berat loader dan dump truck untuk menunjang proses pekerjaan. Sementara itu, PT SEI berperan dalam koordinasi dengan tenant serta membantu pengaturan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Selain itu, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) turut berpartisipasi dengan membantu pengaturan lalu lintas demi menjaga kelancaran mobilitas para pengguna jalan. Secara keseluruhan, panjang perbaikan jalan yang dilakukan sekitar dua kilometer.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang infrastruktur. Melalui perbaikan jalan tersebut, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin lancar, serta mampu mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan Bunta secara berkelanjutan kedepannya. (*)






