Redaksisulut.com,Kotamobagu,-Kepala Badan Perlindungan Migran Indonesia Banny Ramdani gelar Sosialisasi penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Cafe Foodsal ,Jln kinalang Kelurahan Kotobangon,Kotamobagu Timur Rabu (31/07/2024).
Dihadapan ratusan undangan yang terdiri dari kalangan pejabat teras kotamobagu,Politisi,Mahasiswa serta Lurah dan Kades se-Kotamobagu, Brani sapaan akrab mantan Senator Sulut ini menekankan bahwa BP2MI berkomitmen untuk memastikan Pekerja Migran Indonesia mendapatkan perlindungan yang layak dimulai dari penempatan hingga kembali ke tanah air.
“Pekerja migran adalah pahlawan devisa yang perlu kita jaga dan lindungi. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pelindungan bagi mereka, terutama pelindungan untuk menyelamatkan para pekerja migran Indonesia dari bahaya TPPO,” ujar Brani,Rabu (7/04).
Brani juga menguraikan berbagai program dan kebijakan yang telah diimplementasikan BP2MI untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran, termasuk pelatihan pra-keberangkatan, bantuan hukum, serta fasilitas VVIP (Very Very Important Person) yang disediakan khusus untuk para pekerja migran.
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
”Kami, BP2MI akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk para Pekerja Migran Indonesia. Sudah sepantasnya mereka para Pekerja migran Indonesia dihormati, karena mereka adalah pahlawan devisa. Mereka penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas untuk negara ini,” kata Benny.
Menyambung sambutan dari Kepala BP2MI,i, Deputi Penempatan Eropa dan Timur Tengah, BP2MI. Irjen Pol I Ketut Suardana juga mensosialisasikan peningkatan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem pelindungan bagi para pahlawan devisa tersebut.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat sistem pelindungan untuk memastikan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia,” tambahnya.
Selain itu,perwira Tinggi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para akademisi dalam upaya melindungi pekerja migran. Karena dengan dukungan dari berbagai pihak, perlindungan terhadap pekerja migran dapat semakin ditingkatkan.
”Dengan adanya sosialisasi BP2MI, yang melibatkan parah tokoh masyarkat, mahasiswa, juga steakholder yang ada maka BP2MI berharap ke depan akan semakin meningkatkan layanan pelindungan terutama untuk mereka para pekerja migran Indonesia,” pungkasnya. (Midi)







