Minut-Musim kemarau mulai menekan ketersediaan air bersih di Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat. Sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengering, membuat kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang disampaikan masyarakat dalam reses Anggota DPRD Minahasa Utara, Novie Paulus, Jumat (28/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan kondisi yang mereka hadapi seiring berlangsungnya musim kemarau. Menipisnya sumber air membuat kebutuhan sehari-hari masyarakat semakin bergantung pada ketersediaan pasokan air dari luar.
Novie Paulus menanggapi persoalan itu dengan menyatakan akan melihat langsung kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penyelesaian yang tepat.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh hanya ditangani sebagai kebutuhan sesaat. Ketersediaan air harus dipikirkan secara berkelanjutan, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dan berdampak terhadap sumber-sumber air warga.
“Jangan membakar sembarangan, karena kondisi sekarang musim kemarau. Kita harus sama-sama menjaga lingkungan dan mengantisipasi terjadinya kebakaran,” pesannya kepada masyarakat.
Selain persoalan air bersih, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan, mulai dari lampu penerangan jalan hingga kebutuhan drainase.
Untuk penerangan jalan, Novie Paulus bahkan menyatakan kesiapannya membantu pengadaan lampu menggunakan biaya pribadi. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung penerangan di wilayah Desa Maumbi yang berbatasan langsung dengan Kota Manado.
Ia menilai penerangan jalan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memberikan cahaya pada malam hari. Infrastruktur tersebut juga berkaitan erat dengan keamanan dan kenyamanan warga yang beraktivitas maupun melintas pada malam hari.
Warga juga mengusulkan pembangunan gapura atau penanda identitas Desa Maumbi. Usulan itu dinilai penting untuk mempertegas identitas wilayah, terlebih Maumbi merupakan salah satu desa yang berada di kawasan perbatasan dengan Kota Manado.
Aspirasi masyarakat turut menyentuh sektor pertanian. Novie Paulus menyatakan dukungannya terhadap upaya pengadaan bantuan bagi petani sekaligus mendorong perangkat daerah terkait agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di sektor tersebut.
Di tengah kondisi cuaca yang kering, Novie juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Musim kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar sehingga api berpotensi cepat meluas.
Reses tersebut menjadi momentum bagi Novie Paulus untuk menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Maumbi. Aspirasi yang disampaikan warga selanjutnya menjadi bahan yang akan diperjuangkan melalui fungsi legislatif, sekaligus menjadi pijakan untuk melihat kebutuhan pembangunan yang paling mendesak di wilayah tersebut.
Kegiatan reses turut dihadiri Sekretaris DPRD Minahasa Utara, Dr. Drs. Jackson F. Ruaw, M.Si. Kehadiran jajaran Sekretariat DPRD turut mendukung pelaksanaan agenda reses sebagai bagian dari proses penjaringan aspirasi masyarakat. (T3)





