Reses Denny Lolong Bahas Kiriman Banjir dari Matungkas, Janji Bawa ke Paripurna

oleh -1082 Dilihat

Minut-Persoalan banjir dan limpasan air kembali mencuat di tengah pesatnya perkembangan kawasan permukiman di Minahasa Utara. Kali ini, warga Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, menyampaikan kekhawatiran terhadap aliran air dari arah Desa Matungkas yang kerap meluap ketika hujan deras.

Keluhan tersebut disampaikan saat reses Anggota DPRD Sulawesi Utara, Denny K Lolong, di Desa Suwaan, Kamis (27/8/2026).

Warga mengungkapkan, derasnya aliran air dari kawasan Matungkas tidak jarang mengakibatkan genangan di permukiman Desa Suwaan dan wilayah sekitarnya. Kondisi itu dinilai semakin perlu mendapat perhatian seiring dengan masifnya pembangunan perumahan di kawasan Matungkas.

Bagi Denny, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah tingginya debit air saat hujan. Perkembangan permukiman harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur drainase dan sistem pengendalian aliran air.

Ia menilai, pembangunan perumahan yang terus berkembang tanpa penataan drainase yang memadai berpotensi memperbesar limpasan air ke wilayah yang berada di posisi lebih rendah.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah. Penataan aliran air di kawasan perumahan perlu dilakukan secara baik agar dampaknya tidak dirasakan oleh masyarakat di desa-desa sekitar,” kata Denny.

Menurutnya, pemerintah memang telah melakukan sejumlah langkah penataan. Namun, upaya tersebut dinilai belum memberikan hasil maksimal, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Kapasitas aliran yang ada, kata Denny, belum sepenuhnya mampu menampung dan mengendalikan limpasan air. Pengalaman banjir yang sempat terjadi sebelumnya juga menjadi peringatan bahwa persoalan tata kelola air di kawasan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut.

Karena itu, Denny mendorong Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan aliran air, khususnya di kawasan perumahan yang berkembang di Desa Matungkas.

“Jangan sampai pembangunan perumahan terus berkembang, tetapi sistem aliran airnya tidak dipersiapkan dengan baik. Pemerintah harus hadir memastikan pembangunan tidak kemudian menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menegaskan, aspirasi warga yang disampaikan dalam reses bukan sekadar keluhan, melainkan persoalan yang harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan langkah konkret pemerintah.

Penataan, lanjut Denny, tidak boleh dilakukan secara parsial. Sistem drainase dan aliran air harus diperhatikan mulai dari kawasan hulu hingga wilayah yang menjadi titik terdampak.

Untuk itu, ia mendorong adanya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, pemerintah desa, pengembang perumahan serta pihak-pihak terkait lainnya agar persoalan tersebut dapat segera dicarikan solusi.

Menurut Denny, pertumbuhan kawasan permukiman di Matungkas harus tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di Suwaan maupun desa-desa sekitar yang ikut menerima dampak limpasan air.

Ia menambahkan, aspirasi mengenai persoalan aliran air tersebut menjadi salah satu prioritas yang akan dibawanya ke tahap paripurna untuk mendapat perhatian lebih lanjut. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.