Minut-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mengakselerasi penguatan ekonomi desa lewat operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sabtu (16/5/2026).
Diketahui, Untuk tahap pertama ini peresmian dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Kauditan II, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus hadir bersama jajaran Forkopimda Sulut dan mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menempatkan koperasi sebagai instrumen utama penggerak ekonomi rakyat hingga tingkat desa dan kelurahan.
- Hadiri Rakor GTRA Sulteng 2026, Miqdam : Langkah Nyata Selaraskan Kebijakan Strategis Tingkat Provinsi Dengan Implementasi di Daerah
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
Program Koperasi Merah Putih disebut sebagai langkah strategis pemerintah pusat untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Yulius menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung penuh program tersebut.
Menurut dia, koperasi tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian semata, melainkan harus benar-benar hadir sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.
“Koperasi harus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa,” katanya.
Ia menekankan pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ditambahkannya, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh tata kelola dan keberpihakan koperasi terhadap kebutuhan warga.
Peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi ini menjadi bagian dari agenda nasional pemerintah dalam memperluas ekonomi berbasis kerakyatan di berbagai daerah.
Di Minahasa Utara, pemerintah daerah mengklaim progres program tersebut menjadi yang paling agresif di Sulawesi Utara.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang diwakili Sekretaris Daerah Novly Wowiling menyebut sudah terdapat 31 titik Koperasi Merah Putih tahap pertama di Tanah Tonsea.
Dari jumlah itu, tiga titik sementara dirampungkan dan satu koperasi telah resmi dioperasikan hari ini di Kauditan.
“Untuk tahap pertama, Minahasa Utara kemungkinan menjadi daerah terbanyak di Sulut dalam pengembangan Koperasi Merah Putih,” ujar Novly.
Tak berhenti di situ katanya, Bupati Joune Ganda melalui jajarannya juga menyiapkan ekspansi tahap kedua dengan target sekitar 70 titik koperasi baru.
Menurut Novly, kehadiran Koperasi Merah Putih bukan hanya memperkuat aktivitas ekonomi pedesaan, tetapi juga berpotensi terkoneksi dengan program strategis nasional lain, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan skema itu, koperasi desa diproyeksikan menjadi simpul distribusi dan penguatan rantai ekonomi lokal, mulai dari sektor pangan, UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Langkah pemerintah pusat dan daerah tersebut memperlihatkan arah baru pembangunan desa, dan koperasi tidak lagi sekadar simbol ekonomi lama, melainkan diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru di tingkat akar rumput.(**)





