Bitung, Redaksisulut – Data kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Bitung mulai bulan Januari sampai bulan September tahun 2022 mengalami kenaikan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Meiva Woran dimana pada tahun ini mengalami kenaikan, berbeda dengan tahun sebelumnya. Senin, (26/9/2022).
“Untuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ada sebanyak 26 laporan dengan jumlah korban mencapai 36 orang dan korban KDRT didominasi anak-anak dengan total 29 kasus dan dewasa 7 kasus”. Katanya.
Lanjutnya bahwa tak hanya itu, untuk kekerasan yang terjadi di luar rumah juga meningkat dan korbannya pun didominasi anak anak.
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
“Untuk laporan ada 17 kasus dengan jumlah korban ada 17 orang. Untuk anak-anak yang menjadi korban kekerasan di luar rumah ada 16 kasus dan 1 kasus orang dewasa yang mengalami pemerkosaan”. Kata Meiva.
Dengan adanya kenaikan kasus, Meiva berharap adanya peran masyarakat sangatlah penting dalam mencegah adanya kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Kota Bitung.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama dan peran orang tua dalam mengurus atau mengasuh anak dengan pola yang benar sangatlah dibutuhkan”. Katanya seraya menyampaikan bahwa untuk mencegah adanya kekerasan terhadap anak di luar rumah, kita butuh adanya peran dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (Wesly)






