Bitung, Redaksisulut – Data kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Bitung mulai bulan Januari sampai bulan September tahun 2022 mengalami kenaikan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Meiva Woran dimana pada tahun ini mengalami kenaikan, berbeda dengan tahun sebelumnya. Senin, (26/9/2022).
“Untuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ada sebanyak 26 laporan dengan jumlah korban mencapai 36 orang dan korban KDRT didominasi anak-anak dengan total 29 kasus dan dewasa 7 kasus”. Katanya.
Lanjutnya bahwa tak hanya itu, untuk kekerasan yang terjadi di luar rumah juga meningkat dan korbannya pun didominasi anak anak.
- Bidik PAD Rp 8 Triliun, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen
- Rakor Inflasi, Gubernur Yulius Instruksikan Stabilitas Harga Cabe dan Antisipasi Dampak El Nino
- Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
“Untuk laporan ada 17 kasus dengan jumlah korban ada 17 orang. Untuk anak-anak yang menjadi korban kekerasan di luar rumah ada 16 kasus dan 1 kasus orang dewasa yang mengalami pemerkosaan”. Kata Meiva.
Dengan adanya kenaikan kasus, Meiva berharap adanya peran masyarakat sangatlah penting dalam mencegah adanya kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Kota Bitung.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama dan peran orang tua dalam mengurus atau mengasuh anak dengan pola yang benar sangatlah dibutuhkan”. Katanya seraya menyampaikan bahwa untuk mencegah adanya kekerasan terhadap anak di luar rumah, kita butuh adanya peran dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (Wesly)







