Kapolres Junaidy Pantau Langsung Pemadaman Kebakaran di Lemboroma

oleh -80 Dilihat
oleh

Morut-Kapolres Morowali Utara (Morut), AKBP Junaidy Anthonius Weken SIK, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman kebakaran di Desa Lemboroma, Kecamatan Lembo, Selasa (20/10/2026).

Kehadiran Kapolres Junaidy di lokasi menjadi bentuk perhatian dan dukungan kepolisian terhadap upaya penanganan kebakaran yang melibatkan unsur terkait di lapangan.

Dalam pantauan tersebut, Kapolres Junaidy melihat langsung kondisi area yang terdampak serta proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemda Morut, masyarakat, dan anggota TNI-Polri. Ia juga menekankan, pentingnya koordinasi antar instansi agar penanganan kebakaran dapat berjalan efektif, cepat, dan tetap mengutamakan keselamatan personil maupun warga di sekitar lokasi.

Kapolres Junaidy, menyampaikan, bahwa kepolisian mendukung penuh upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran. Dukungan tersebut antara lain berupa pengamanan lokasi, kelancaran akses, serta koordinasi dengan unsur pemerintah kecamatan, desa, dan petugas di lapangan. Menurutnya, sinergi antar instansi menjadi kunci dalam menghadapi kejadian kebakaran hutan yang dapat berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Selain memantau proses pemadaman, Kapolres Junaidy, mengingatkan, masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat titik api atau gejala kebakaran agar dapat ditindaklanjuti lebih awal. Imbauan ini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama pada musim kemarau atau kondisi cuaca yang berpotensi memicu api cepat berkembang.

Mantan Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, mengatakan, mengenai penyebab kebakaran pihaknya telah menerjunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim untuk melakukan pendalaman. Pihak kepolisian dan instansi terkait masih melakukan penanganan serta pendataan di lokasi.

Kebakaran tersebut melanda perkebunan karet milik warga. Seorang petugas yang berada di lokasi menyebutkan bahwa kobaran api awalnya berasal dari arah gunung dan kemudian merembet ke perkebunan karet warga.

“Api dari atas pak lalu turun ke bawah sini, kemudian melebar lagi ke sisi yang lain dan merembet ke sisi gunung di sebelah kiri,” tukasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.