Joune Ganda Sambut Investasi Peternakan Modern, Bibit Unggul Disiapkan untuk Peternak Sulut

oleh -633 Dilihat

Minut-Akses peternak lokal terhadap bibit babi berkualitas menjadi salah satu peluang yang ditawarkan pengembangan peternakan modern PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) di Kabupaten Minahasa Utara.

Perusahaan yang beroperasi di Desa Batu itu mengembangkan sistem peternakan terintegrasi dengan dukungan teknologi, genetika unggul, dan pola pemeliharaan modern. Kapasitas produksinya diproyeksikan mencapai 7.000 hingga 8.000 ekor per tahun.

Pengembangan tersebut menarik perhatian Komisi IV DPR RI yang melakukan kunjungan kerja reses ke fasilitas peternakan PT SOW, Jumat (9/10/2026). Kunjungan itu didampingi Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.

Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, keberadaan investasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi ternak, tetapi juga membuka peluang bagi peternak lokal untuk mengembangkan usaha dengan dukungan bibit berkualitas dan pengetahuan teknis.

Bupati Joune Ganda menyambut positif penerapan sistem peternakan modern yang dikembangkan PT SOW. Ia menilai, teknologi dan pengelolaan genetika yang diterapkan perusahaan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem peternakan di Sulawesi Utara.

“Ini peternakan babi modern terintegrasi. Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada PT SOW karena telah membawa sistem peternakan modern dengan teknologi yang unggul,” kata Joune.

Menurutnya, manfaat investasi akan lebih luas apabila perusahaan membangun kemitraan dengan peternak masyarakat, akademisi, serta tenaga ahli di bidang kesehatan hewan.

Kemitraan tersebut dinilai penting agar peternak lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memperoleh kesempatan meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak melalui akses terhadap bibit unggul serta pendampingan yang memadai.

“Ekosistem ini akan terbangun dan itu akan sangat bermanfaat serta menguntungkan bagi kita,” ujarnya.

Direktur Utama PT SOW, Andreas Surjaputra, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan sistem closed house atau kandang tertutup. Sistem ini memungkinkan pengelola mengatur suhu dan kelembapan kandang untuk menjaga kondisi lingkungan tetap sesuai dengan kebutuhan ternak.

Pengendalian lingkungan menjadi penting karena ternak yang dikembangkan memiliki genetika unggul dan membutuhkan pola pemeliharaan khusus.

Dari sisi produksi, Andreas menyebutkan, kapasitas hasil peternakan diperkirakan mencapai 7.000 hingga 8.000 ekor per tahun.

Hasil produksi tersebut akan diseleksi sesuai peruntukannya. Sebagian ternak dipersiapkan sebagai calon indukan, sementara lainnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daging dan menghasilkan produk sampingan.

PT SOW juga berencana memprioritaskan penyaluran bibit kepada peternak di Sulawesi Utara. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap genetika ternak yang lebih baik sekaligus mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat.

Namun, akses terhadap bibit unggul perlu disertai kesiapan peternak dalam menerapkan sistem pemeliharaan yang sesuai. Perbedaan genetika ternak menuntut perhatian terhadap fasilitas kandang, pemberian pakan, manajemen pemeliharaan, dan kesehatan hewan.

Untuk mendukung hal tersebut, PT SOW merencanakan kegiatan edukasi melalui seminar dan pendampingan teknis bagi peternak.

Program ini ditujukan untuk membekali peternak dengan pengetahuan mengenai kebutuhan dan karakteristik ternak sebelum mereka mengakses bibit yang dikembangkan perusahaan.

Dengan demikian, pengembangan peternakan modern di Minahasa Utara diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi perusahaan, tetapi turut mendorong peningkatan kemampuan peternak lokal dan memperkuat sektor peternakan daerah. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.