Manado – Mempertimbangkan situasi saat ini, dimana semakin meningkatnya jumlah positif Covid-19 di Sulawesi Utara, yang didominasi kota Manado.
Apalagi dengan semakin meningkatnya jumlah pasien positif dari klaster Karombasan (Pasar Pinasungkulan) di kecamatan Wanea, Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota (Pemkot) Manado.
Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut,SH, M.Si, DEA, meminta Kepala Puskesmas Ranotana bersama PD Pasar Manado melakukan rapid test masal bagi penjual dan pedagang di Pasar Pinasungkulan.
“Kalau masih ditemukan ada penjual yang setelah dilakukan rapid hasilnya reaktif, maka rencananya Minggu depan akan dipertimbangkan petutupan sementara kegiatan di pasar Pinasungkulan.” Ujar Walikota GSVL.
- Sah! DPRD Sulut Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- Widyawati : Kader PKK Tidak Hanya Berperan Dalam Pembinaan Keluarga, Tetapi Mampu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat
- PLN UP3 Luwuk Perkuat Ekosistem Green Energy Melalui Program TJSL, Bekali Siswa SMKN 2 Luwuk Kompetensi Konversi Kendaraan Listrik
Namun sebelumnya, Walikota GSVL meminta pendapat Forkompinda Manado terkait penutupan sementara pasar karombasan.
Diketahui kemarin, Jumat (15/05/2020) klaster Karombasan menyumbang 7 pasien Positif Covid-19, dan jika hari ini masih ada ketambahkan, maka Walikota GSVL akan segera melakukan koordinasi dengan Forkompinda Manado, membahas rencana penutupan sementara Pasar Pinasungkulan dengan berpedoman pada penerapan protokol kesehatan.
“Nantinya selama masa penutupan sementara, pedagang akan dipindahkan keseputaran lokasi stadian Klabat Manado, ujar Walikota GSVL.
Walikota GSVL telah meminta Direksi PD Pasar Manado untuk mempersiapkan lokasi sementara bagi pedagang, diseputaran stadion Klabat dan jalan, sambil melaksanakan protokol kesehatan super ketat.
“Ayo terapkan dan patuhi protokol kesehatan ketat, tetap jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari bahaya covid 19 ini, ” ajak Walikota GSVL. (JM)






