Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_terms' doesn't exist]SELECT DISTINCT t.term_id, tr.object_id
FROM wpem_terms AS t INNER JOIN wpem_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpem_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id
WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format', 'newstopic') AND tr.object_id IN (203670, 203661, 203654)
ORDER BY t.name ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_usermeta' doesn't exist]SELECT user_id, meta_key, meta_value FROM wpem_usermeta WHERE user_id IN (31,8) ORDER BY umeta_id ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID IN (1,31,8)
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '1' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '31' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '8' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '1' LIMIT 1
Jakarta – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie menilai, meski jabatan ketua umum Golkar merupakan impian Bambang Soesatyo sejak dulu, tetapi jangan mengesampingkan etika dalam berpolitik.
Sekalipun, kata dia, dalam berpolitik sulit diterka dan tebak. Sebelumnya beredar surat pernyataan Bamsoet bahwa dia tidak akan mencalonkan sebagai Ketua Umum Parta Golkar dalam kongres yang berlangsung minggu depan.
Sejumlah pihak tertera di surat pernyataan itu. Seperti mantan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie dan Akbar Tandjung.
“Barangkali ini impian cita-cita Bamsoet sejak lama, tapi disinilah etika dikesampingkan,” kata Jerry, dalam Siaran Pers, Jumat Kamis (29/11).
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
Dia pun menyesalkan langkah yang diambil Bamsoet maju kerena desakan segelintir kader Golkar. Padahal, katanya, Bamsoet sudah diberikan jalan mulus sebagai Ketua MPR RI. “Padahal beliau sudah diberikan posisi ketua MPR,” katanya.
Dia pun menyarankan agar Bamsoet tak usah maju karena desakan segelintir kader Golkar, karena bagaimanapun Bamsoet sejak didapuk sebagai Ketua MPR sudah berkomitmen.
“Bagi saya Bamsoet tidak usah bertarung sebetulnya. Tapi ini kan hanya pendukungnya yang terus mendorong dirinya untuk maju,” katanya.
Bila demikian, Bamsoet sama saja tengah memainkan politik ingkar janji, ketika merengkuh pimpinan MPR.
Meski begitu, tak dapat dipungkiri kalau Presiden Joko Widodo mendukung Airlangga dalam perebutan ketua umum Partai Golkar.
Bagi lawan seperti Bamsoet bakal sulit menandingi Airlangga. Dengan empat jatah menteri ditambah 1 Wakil Menteri, menurut dia, itu adalah bukti kepercayaan Jokowi pada Airlangga.
Terlebih, katanya, kunci utama Presiden Jokowi masih mendukung Airlangga terlihat saat mantan Wali kota Solo ini menyampaikan pidatonya pada HUT Golkar.
Dimana kata Jerry, Jokowi sempat melempar pujian kepada Airlangga dengan menyebutnya sebagai ‘ketum top’.
“Airlangga tipikal Jokowi, yakni orangnya ‘cool’ atau adem. Pak Jokowi tidak terlalu suka dengan orang yang kepedean besar atau over confidence,” kata ini.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Bunda Mulia Silvanus Alvin menambahkan, Bambang Soesatyo melanggar etika politik, bila tetap ngotot maju sebagai ketua umum Golkar di Munas nanti.
Terlebih, Bamsoet sudah diberi jalan mulus untuk mendapatkan kursi sebagai Ketua MPR RI berkat campur tangan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.
“Ini tentu Bamsoet melanggar secara etika politiknya,” kata dia kepada wartawan.
Meski telah melanggar, kata Alvin, tidak ada sanksi yang bisa dikenaian ke Bambang Soesatyo. Hanya saja, itu tergantung dari pembahasan awal antara Bambang dan Airlangga ketika itu.
“Dengan adanya penguat bukti maka implikasinya Bamsoet bisa kehilangan kepercayaan dan berujung tidak akan ada yang memilih dia,” katanya.
Sebab, kata Alvin, salah satu hal yang dilihat dari politisi itu adalah janjinya. Sehingga, bila memang ada perjanjian secara tertulis antara Bamsoet dan Airlangga, maka Menko Perekonomian itu bisa saja menang secara aklamasi.
“Kalau sepeti itu kondisinya maka Airlangga bisa jadi calon tunggal. Dan membuka peluang Airlangga menang aklamasi,” katanya. (***)
