51 Peserta Selesai Pelatihan Bahasa Mandarin, Bupati Delis : Tidak Semua Orang Punya Kemauan Dan Kesempatan Seperti Ini

oleh -558 Dilihat
oleh

Kolonodale-Sebanyak 51 peserta pelatihan bahasa Mandarin, berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan yang berlangsung selama satu tahun di Balai Latihan Kerja Tompira, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Pelatihan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morut, secara resmi ditutup Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, di ruang pola kantor Bupati Morut, Rabu (23/09/2026).

Pelatihan ini dinilai cukup istimewa. Sejak berdirinya Morut, inilah pertama kalinya dilaksanakan pelatihan bahasa Mandarin, dengan peserta cukup besar.

Kabid Pelatihan, Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Morut, Alka Christo Posawa SSos, menjelaskan, bahwa pelatihan ini dimulai pada 1 Oktober 2025 dan ditutup pada 23 September 2026.

Awalnya pelatihan ini diikuti 70 peserta. Namun yang berhasil hingga tuntas berjumlah 51 peserta.

Program pelatihan ini dilakukan atas kerja sama Pemda Morut dengan Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif. Tenaga pengajar dan bahan pelajaran menjadi tanggung jawab yayasan ini.

Kegiatan penutupan berlangsung menarik, dengan tampilnya salah seorang peserta pelatihan, Rasdiana Sinala, memberikan pesan dan kesan dalam bahasa Mandarin.

Tepuk tangan dan sorak-sorai tak pernah henti saat Rasdiana berbicara dalam bahasa Mandarin dengan fasih. Setidaknya hal itu membuktikan keberhasilan pelatihan ini.

Bupati Delis, dalam sambutannya, merasa bangga dan terharu atas pencapaian dan keberhasilan semua peserta pelatihan bahasa Mandarin.

“Walaupun saya tidak mengerti apa yang disampaikan salah satu peserta (Rasdiana) tadi, itu membuat kita sangat bangga,” ujar Bupati Delis.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Mandarin menjadi salah satu kebutuhan untuk mendukung komunikasi antara tenaga kerja lokal dengan dunia usaha asal Cina.

Ia menambahkan, bahwa pelatihan atau kursus bahasa Mandarin semacam ini merupakan kesempatan yang sangat langka. Tidak semua orang punya kemauan dan kesempatan seperti ini.

“Teknologi hari ini dikuasai Cina, kawasan industri dan investasi yang banyak masuk di Morut saat ini juga terbesar dari Cina. Kesempatan adik-adik untuk berkarir mendapatkan pekerjaan di kawasan industri, sangat terbuka lebar,” tukas orang nomor satu di Morut itu.

Panitia penyelenggara melaporkan, target pelatihan ini adalah HSK 4 sesuai dengan standar kualifikasi kebutuhan dunia industri.

Dari 51 peserta yang berhasil mengikuti pelatihan hingga akhir, terdapat 26 orang yang berhasil lulus ujian HSK 4 atau menuntaskan materi HSK 4. Peserta lainnya, 13 lulus HSK 4A dan 12 peserta HSK 3.

HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) adalah tes standar internasional untuk mengukur kemampuan atau kemahiran berbahasa Mandarin.

Penutupan pelatihan bahasa Mandarin ini turut dihadiri Kadisnakertrans Morut, Kartiyanis Lakawa ST, perwakilan dari Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif, serta pejabat lainnya di lingkungan Pemda Morut.

Sebelumnya, pada awal bulan September lalu Bupati Morut juga melepas delapan pemuda yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Cina selama tiga tahun. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung perkembangan investasi di bumi tepo asa aroa tercinta. (*)