Sulut – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Sulawesi Utara Rita Tamuntuan, membuat bangga Warga Daerah Nyiur Melambai, bahkan Indonesia.
Pasalnya Wanita Anggun dan Cerdas ini, yang juga Ibu dari Rio Dondokambey jadi pembicara dalam peringatan Hari Perempuan International atau International Women’s Day (IWD) 2023 di CRA, Markas Besar PPB, Rabu (8/3/2023).
Dengan tema, Inovasi dan Perubahan Teknologi dan Pendidikan di Era Digital Untuk Mencapai Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Untuk Semua Wanita dan Anak Perempuan.
Istri Gubernur Sulut Olly Dondokambey tersebut menjadi pembicara ke-4 sesudah Martina Rogato Delagasi W20 Taly.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Dalam bahasa Inggris, Rita Tamuntuan didampingi Kepala Dinas P3A Provinsi Sulut dr Kartika Devi Tanos,Mars, memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih dalam kesempatan tersebut diberikan kesempatan berbagi program keberadaan Indonesia, Sulawesi Utara.
Rita Tamuntuan juga menjelaskan program yang sudah dilaksanakan di Sulut dalam dua tahun belakangan, dalam rangka kesetaraan gender di bidang ekonomi dan mendapatkan manfaat digital.
“Bantuan yang diberikan berupa pelatihan ketrampilan (masak, salon, jahit, hidroponik) pelatihan penggunaan digital untuk pemasaran produk, pemberian peralatan, dan bantuan dana pinjaman tanpa anggunan,” ungkap Rita Tamuntuan.
Diketahui, program tersebut diprakarsai oleh Kepala Dinas P3A Provinsi Sulut dr Kartika Devi Tanos Mars, kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Infokom dan Bank SulutGo.
Dengan target perempuan sebagai kepala rumah tangga, perempuan prasejahtera dan perempuan penyintas bencana dan kekerasan. (J.Mo*)








