Ini Makna Penyambutan Adat, Bupati dan Wakil Bupati Morut Delis-Djira

MORUT– Hari pertama berkantor, kedatangan Bupati dan wakil Bupati Morowali Utara (Morut) DR. dr. Delis Julkarson Hehi,MARS dan H. Djira, K. S.Pd. M.Pd disambut berbagai tari-tarian adat.

Kepala Dinas Pariwisata Morut Alfred Tompira, S.Pd. M.Pd mengatakan penyambutan ini untuk tamu kehormatan Bupati dan wakil Bupati Morut.

“Penyambutan adat Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara periode 2021 – 2024.” Ujarnya.

Diawali dengan pemasangan topi adat dan selempang adat dan penyerahan bunga tangan dan dipanjutkan dengan persembahan tari lense atau tari penyambutan, Gau Mompelangkai Potewawa, Penyerahan Gau, Ayam jantan putih kaki kuning, perlambang seorang pemimpin ksatria yang tanggap, peduli, tulus mengayomi kedaulatan rakyat (palili).

Beras putih dalam bingka beserta 7 butir telur ayam kampung. Beras putih bermakna seorang pemimpin akan bertanggung jawab untuk mensejahterakan rakyatnya.Tujuh butir telur ayam kampung bermakna angka rangkuman adat istiadat warisan leluhur.

Telur ayam bermakna dengan penuh ketulusan hati masyarakat menyambut pemimpin yang hadir di daerah Morut.

Saguer manis dalam Suke bambu kuning perlambang kearifan palili rakyat melayani seorang pemimpin dan ksatria yang telah berlelah dan tulus dalam pengabdian sosial kemasyarakatan.

“Selamat datang dan selamat bertugas Pak Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara bersama ibu,” ujar Kadis kepada media (3/4).

Dalam kegiatan penyambutan secara adat ini melibatkan penari lense, cakelele dan duta pariwisata Morut.

Bupati dan wakil Bupati Morut terpilih DR.dr.Delis Julkarson Hehi, MARS dan H. Djira, K. S.Pd, M.Pd diharapkan mampu membuat terobosan diberbagai sektor produktif dalam kebijakannya. (Johnny)

Related posts