Minut – Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung (JG-KWL) kedepannya akan lebih fokus untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Hal ini ditegaskan Bupati Joune Ganda usai perayaan hari ulang tahun Kabupaten Minahasa Utara ke 18 tahun yang berlangsung di Sutan Raja Hotel, Sabtu (20/11/21) sore tadi.

- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
- Disnakerda Sangihe bersama Yayasan Sinibantu dan PT. Annur Jaya Gelar Pembekelan Bagi 42 Calon PMI Di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Audiensi Bersama Bupati Gorontalo, Tim Sekretariat DPRD Paparkan Kesiapan Temu Wicara PENAS XVII
“Saat Kabupaten Minahasa Utara sudah masuk level 2 PPKM. Ini semua berkat kerjasama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan forkopimda. Kedepannya kami akan lebih meningkatkan pada pengembangan sektor ekonomi kerakyatan. Tentu, kita ketahui bersama, kabupaten minahasa utara memiliki destinasi pariwisata super prioritas, ini juga akan menjadi fokus bagi kami, terutama pengembangan pada daerah Likupang,” jelas Bupati didampingi Wabup Kevin Lotulung.

Sektor ekonomi kerakyatan yang dimaksud, ditambahkan Bupati Joune Ganda saat diapit oleh Anggota DPRD Sulut dapil Minut-Bitung, Fabian Kaloh dan Melky Pangemanan, bahwa pengembangan yang dimaksud adalah sektor pertanian dan perkebunan.

“Kita sama-sama tahu, bahwa Minut enam sampai tujuh puluh persen, kontribusinya dari sektor pertanian dan perkebunan. Tapi, kita juga tidak akan meninggalkan sektor-sektor lain seperti, Industri, perikanan, pergudangan dan juga sektor lainnya seperti pertambangan yang memberikan kontribusi bagi daerah kita,” Jelas Bupati Joune Ganda sembari menyebut jika saat ini, Pemda merasa terbantu karena dibantu oleh TNI dan Polri yang giat melakukan penanaman jagung untuk peningkatan produksi pertanian.

Untuk sektor Pariwisata dijelaskan Bupati Joune Ganda, bahwa saat ini sudah dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Nah, dengan dibukanya lokasi pariwisata, kita harapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat karena berdampak pada pendapatan UMKM dan peranan masyarakat desa yang ingin diving serta mendampingi turis yang akan datang. Termasuk yang berjualan di lokasi wisata,” tuturnya. (Advetorial)







