Bone Bolango-Kabar menggembirakan datang bagi jutaan petani di seluruh Indonesia. Pemerintah mengumumkan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, yang mulai berlaku secara nasional sejak Rabu ini.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus wujud nyata perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 Tahun 2025, yang secara resmi menyesuaikan harga pupuk subsidi agar lebih terjangkau dan berkeadilan bagi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus menyampaikan bahwa penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi para petani di wilayahnya yang sedang mempersiapkan musim tanam.
- Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Penyakit Menular : Instrumen Hukum Penting Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Kesehatan
- Sekwan Niklas Silangen Dampingi Ketua Dewan Terima Kunjungan Badan Kehormatan Dan Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Ketua Dewan Andi Silangen Terima Kunjungan Badan Pusat Statistik Sulut : Koordinasi Terkait Penurunan Indeks Demokrasi Indonesia
“Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya untuk meringankan beban para petani dengan menurunkan HET pupuk bersubsidi. Kebijakan ini berlaku secara nasional dan tentu sangat membantu meningkatkan hasil panen,”ujar Roswaty Agus disela peninjauan bantuan Alsintan bersama Bupati Ismet Mile dan Sekda Iwan Mustapa, di Halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Rabu (22/10/2025).
Roswaty yang resmi menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sejak dilantik Bupati Ismet Mile pada tanggal 20 Oktober 2025 itu, menguraikan harga pupuk bersubsidi terbaru yang mulai diberlakukan yakni, pupuk urea seharga Rp1.800/kg, pupuk ZA khusus tebu Rp1.360/kg, pupuk NPK untuk kakao Rp2.640/kg, pupuk NPK Phonska Rp1.840/kg, dan pupuk organik Rp640/kg.
Dirinya berharap dengan harga pupuk yang kini lebih terjangkau, para petani, khususnya di Bone Bolango dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan perkebunan mereka secara optimal.“Dengan harga yang lebih ringan, saatnya petani Bone Bolango mempersiapkan ladang dan kebun dengan lebih maksimal,”tandas mantan Kepala Bappeda-Litbang Bone Bolango itu. (*IR)







