Manado – Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022 ini harus menjadi momentum bagi seluruh perempuan yang ada di negeri ini, khususnya di daerah Sulawesi Utara, agar berani menyuarakan stop kekerasan terhadap perempuan.
“Lawan tabu. Perempuan harus berani bersuara, stop aksi kekerasan terhadap perempuan,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulut, dr Kartika Devi Tanos, Selasa (08/03/2022).
dr Kartika Devi yang juga merupakan Sekretaris Tim Penggerak PKK Sulut selalu mendampingi sang Ketua, Ibu Rita Maya Tamuntuan dalam upaya mengangkat harkat dan martabat perempuan di Sulut dengan melakukan pemahaman tentang pentingnya peranan wanita dalam mengembangkan karir, maupun menjadi Ibu rumah tangga yang menopang suami sekaligus mendidik dan membesarkan anak-anak.
Selain itu juga, Mama dari Ernesto, Abigail dan Oswaldo ini terus berusaha bagi kemajuan perempuan lewat berbagai program kegiatan dan pelatihan keterampilan yang menyentuh langsung perempuan di daerah ini.
- Dominasi Regional Sulawesi, Pemprov Sulut Raih Penghargaan Tertinggi Penanggulangan Kemiskinan & Stunting, Terima Insentif Fiskal Rp3 Miliar
- Pemprov Sulut Raih Penghargaan Kemendagri dan BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkab Sitaro Terima Opini WTP Dari BPK RI, Plt Bupati : Ini Hasil Kerja Seluruh Jajaran Pemkab Sitaro
“Selain berani menyuarakan stop kekerasan, tentunya penting bagi seluruh perempuan untuk bisa tampil dalam berbagai bidang dan terlibat dalam pembangunan daerah maupun Negara yang kita cintai,” kunci mantan Noni Sulut yang juga merupakan istri tercinta dari Wagub Sulut, Drs Steven Kandouw ini sembari tersenyum. (*J.Mo)








