Jakarta-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur DR. J. Victor Mailangkay, SH, MH memimpin ziarah ke makam para mantan Gubernur Sulut di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Ziarah ini menjadi momentum penuh makna, ketika sejarah dan penghormatan berpadu dalam nuansa khidmat.
Gubernur Yulius dengan hati yang tulus menundukkan kepala di hadapan pusara para tokoh besar yang pernah memimpin Sulawesi Utara, yakni almarhum F.J. Tumbelaka, A.A. Baramuli, G.H. Mantik, dan Willy Lasut.
Baca : Pemkot Tomohon Utus Calvin dan Beverly Ikut Pemilihan Nyong Noni Sulut 2025
- Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Wali Kota Tomohon Audiensi dengan Pimpinan Ombudsman RI
- Rekomendasi Laptop Gaming untuk Gamer dan Kreator : Kenapa ASUS ROG Zephyrus DUO?
- Bupati Michael Thungari Pimpin Apel Kerja Awal Bulan, Ingatkan Pasca Bencana Perlu Ditingkatkan Kewaspasdaan dan Tetap Berkoordinasi
Dalam upacara tabur bunga, tampak suasana hening menyelimuti areal pemakaman. Kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur seakan mengalirkan pesan bahwa Sulawesi Utara tidak pernah melupakan jasa para pemimpin terdahulu, yang telah menorehkan jejak pengabdian demi kemajuan daerah dan bangsa.
Turut hadir dalam momen bersejarah ini para Perwira Tinggi asal Sulut, termasuk Kapolda Sulawesi Utara, Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) di Jakarta, para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang saat ini bertugas di Jakarta, serta para pejabat Pemprov Sulut yang sedang menjalankan tugas di ibukota. Kehadiran mereka mempertegas ikatan emosional antara daerah dan warganya di rantau, sekaligus menambah kekhidmatan peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulut.
“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi pengingat abadi bagi generasi sekarang dan mendatang, bahwa fondasi pembangunan Sulawesi Utara berdiri kokoh di atas pengorbanan dan dedikasi para pemimpin terdahulu,”ujar Gubernur Yulius dengan suara penuh haru namun berwibawa.
Perjalanan ziarah ini menjadi simbol perjalanan sejarah Sulawesi Utara: dari masa lalu yang penuh perjuangan, kini menuju masa depan yang penuh harapan. (*/JM)






