Bonebol-Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone Bolango menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa, (24/06/2025) di Ruang Komisi II.
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka tukar pikiran yang mana membahas terkait dengan mekanisme Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk periode 2024.
Hal ini dijelaskan oleh ketua Komisi II DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji saat diwawancarai awak media usai pertemuan.
Lebih lanjut, Sofyan mengungkapkan bahwa DPRD Bolaang Mongondow Selatan sudah masuk paripurna tingkat dua pembahasan LPJ APBD Tahun 2024, sementara DPRD Bone Bolango masih paripurna tingkat satu.
- Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah, Plt. Bupati Heronimus Makainas Tekankan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
- KMP Fery Dolosi Off Jumat 31 Juli 2026, Amos : Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi di Akun Facebook Dishub Morut
- Hadiri Pengarahan Tenaga Ahli Kementerian ATR/BPN RI, Zaldi Amir : Kantah ATR/BPN Morut Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
“Kami mendapatkan kunjungan kerja dari DPRD Bolaang Mongondow Selatan membahas LPJ APBD Tahun 2024, dimana DPRD mereka sudah paripurna tingkat II dan kebetulan kita masih paripurna tingkat I,” ujar Sofyan.
Dalam pertemuan itu juga, Komisi II DPRD Bone Bolango berbagi beberapa trik yang dapat digunakan untuk pembahasan LPJ APBD Tahun 2024. Ia menjelaskan cara yang tepat untuk mengkaji Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Itu yang menjadi dasar teman-teman di DPRD nanti untuk mempertanyakan terkait dengan LHP BPK, apakah di dalamnya ada temuan terkait dengan pertanggungjawaban keuangan. Ini yang kita bahas bersama tadi,” jelas Sofyan.
Selain itu, dalam pertemuan yang sama juga membahas terkait program pemerintah pusat yakni pembangunan Kampung Nelayan.
“Berikut kami membahas terkait dengan kampung nelayan, di Bone Bolango sendiri belum terbentuk tapi kami DPRD sangat mendukung terbentuknya kampung nelayan karena daerah kita memiiliki potensi cukup besar,” pungkas Sofyan. ***






