MANADO – Para pelaku industri pariwisata merupakan salah satu kelompok terdampak langsung pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini.
Pasalnya, hampir sebagian besar industri pariwisata mati suri, para karyawan yang bekerja di industri pariwisata banyak yang dirumahkan maupun mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Termasuk para pekerja seni dan entertainer yang harus ‘bersabar’ hingga pandemi virus Coron berakhir dan industri pariwisata bergairah kembali.
Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menunjukan keprihatinan dan kepeduliannya kepada para pelaku industri pariwisata di Kota Manado dengan memberikan bantuan bahan pokok.
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
- Sekda Edwin Roring: ASN Tomohon Harus Jujur, Bertanggung Jawab dan Sukseskan TIFF 2026
- Hak Jawab UNG Terkait Berita ‘Biar Gubernur’, Diduga Diintimidasi, Mahasiswa Komunikasi UNG Pilih Seret Kajur ke Ombudsman
Penyaluran bahan pokok Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata (Dispar) dilaksanakan di kompleks Youth Center, kawasan Megamas, Selasa (09/06).
Sebanyak 1.070 nama sesuai validasi dari Dinas Kepedudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos) Manado, satu persatu mulai disalurkan.
“Data tersebut ada pengurangan dari yang diusulkan sebanyak 1.800 seluruh industri pariwisata termasuk pekerja seni di Kota Manado. Bantuan ini dari Pemkot Manado dan Dinas Pariwisata yang salurkan kepada pelaku usaha dan pekerja seni yang merupakan mitra kerja kami,”jelas Kepala Dinas Pariwisata Manado Dra Neivy Lenda Pelealu MSi.
Dirinya menegaskan masih ada bantuan tahap kedua akan diberikan Pemkot Manado, setelah data keseluruhan selesai diverifikasi.
“Ini bantuan tahap pertama, tahap kedua menyusul karena masih menunggu data dari dinas terkait,”pungkas Pelealu. (JM)






