Sulut – Ditengah pandemi virus corona, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw tak tinggal diam, tetapi terus mencari ide untuk mensejahterakan petani Sulut.
Terbukti, Dinas Perkebunan Daerah Sulut menggandeng Unsrat Sulut untuk program pengembangan kelapa di era pandemi covid-19.
Kadis Perkebunan Refly Ngantung mengatakan, supaya petani kelapa sejahtera dan tidak berharap ke kopra lagi, maka akan dibuat pengembangan kelapa dengan turunannya.
“Karena itu kami menggandeng para akademisi Unsrat khususnya Fakultas Pertanian untuk membantu masyarakat petani kelapa, “jelasnya.
- Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari hadir Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
Ngantung menjelaskan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw selalu memperhatikan petani Sulut dengan melakukan pemberdayaan terhadap petani.
“Jadi petani kelapa tak cuma tahu kopra saja, tapi ada turunan agroindustri yang akan diolah menjadi cemilan ringan, VCO dan minuman sehat,” jelas Ngantung.
Sementara Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unsrat Dedie Tooy mengapresiasi kepemimpinan ODSK karena ditengah pandemi corona terus memperhatikan rakyatnya terutama petani kelapa.
“Karena kelapa sangat potensial dikembangkan mulai dari akar sampai daun. Kami tim Unsrat dan Dinas perkebunan Sulut sudah berdiskusi tentang sektor hilir Kelapa. Diharapkan akan semakin berdampak ke petani Sulut,” ujarnya.
Tooy menambahkan jika sektor hilir kelapa berjalan bagus akan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa.
“Karena itu kami pun akan mendampingi petani untuk mengolah agroindustri kelapa mulai dari VCO, cemilan ringan dan minuman sehat, “tambah Tooy yang didampingi rekan tim Tommy Lolowang. (JM)






