Minsel- Bencana alam yang melanda Minahasa Selatan secara berturut-turut, khusus wilayah Ibukota Minsel Amurang, mulai dari bencana amblasnya atau abrasi pantai Amurang yang menelan kerugian sejumlah fasilitas umum dan rumah warga Kelurahan Uwuran Satu, Kelurahan Bitung kecamatan Amurang yang diikuti juga dengan peristiwa kebakaran Pasar 1954 Amurang, menjadi bahan refleksi bagi kita warga Minahasa Selatan secara umum.
Hal ini disampaikan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH disela-sela acara peletakan batu pertama bangunan rumah RSS korban bencana kebakaran pasar 54 Amurang.
FDW sapaan populis Bupati Minsel mengatakan bahwa bencana yang melanda di Minahasa Selatan berturut-turut ini, adalah bencana yang memang bencana yang murni tidak dibuat-buat oleh karna ulah pemerintah atau masyarakat. Semua peristiwa yang terjadi di Amurang, diluar kuasa manusia. Siapa saja tidak mau terjadi bencana.
“Bencana ini tidak dibuat-buat. Kita semua ‘ndak mengharapkan ada bencana seperti ini. Dan jika sudah ada bencana, kita semua harus hadapi dengan sukacita dan yang terpenting kita harus bersemangat mengatasi masalah yang terdampak akibat bencana ini. Terutama memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban atau terdampak akibat bencana ini,” tegas ayah tercinta dari Inri, Rael dan Eldo Wongkar ini.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
Bahkan FDW juga meminta agar warga dan masyarakat Minsel untuk tetap berdoa bersama, agar daerah yang kita cintai ini boleh terlepas dan terbebas dari setiap bencana.
“Kami juga pemerintah tetap ada dalam gumul dan doa untuk kelangsungan hidup daerah yang kita cintai didalamnya warga dan masyarakat Minsel. Tanpa pertolongan Tuhan Yang Kuasa, kita semua tidak bisa keluar dari pergumulan hidup.
Oleh sebab itu, saya selalu mengajak kita bersatu dan melipat tangan kita untuk berdoa bagi daerah dan masyarakat yang tersebar di 17 kecamatan dan 177 Desa dan Kelurahan,” pinta FDW. (Onal)








