Bitung, Redaksisulut – Diduga terjadi permasalahan di PDAM Duasudara Kota Bitung, dimana Tenaga Harian Lepas (THL) yang tidak masuk kerja satu hari akan di potong upah selama tiga hari.
Berdasarkan informasi dari sumber yang namanya tidak ingin di sebut menyampaikan bahwa setiap menerima upah (gaji) sempat dipotong 3 hari.
“Upah kami Rp.100.000 per hari dan pada saat penerimaan gaji karena tidak masuk 1 hari, upah tidak sesuai karena dipotong 3 hari, tetapi saat di cek absen saya masuk full”. Kata sumber sambil menanyakan, kemana upah saya yang di potong?.
Ia juga mengatakan bahwa, untuk pekerjaan perbaikan pipa juga tidak sesuai dengan jam kerja.
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
“Pekerjaan yang harusnya 8 jam tapi kami dalam perbaikan pipa sampai jam 7 pagi tidak dihitung lembur, terus dipaksakan masuk pagi, kami bukan robot pak, tolong dihargai”. Ungkap sumber.
Dari informasi juga ada THL yang sudah mengabdi 4-5 tahun tetapi masih belum diangkat jadi pegawai di PDAM, sedangkan ada yang baru 6 bulan sudah diangkat jadi pegawai PDAM.
Direktur PDAM Duasudar Bitung, Raymond Luntungan, ST, M.Si saat dikonfirmasi via WhatsApp hanya menanggapi singkat.
“Itu tidak benar, coba hubungi pak Oudy karena personalia dibawah pak Oudy”. Katanya.
Sementara itu Oudy Lumingkewas saat di konfirmasi menyampaikan bahwa jika tidak masuk 1 hari dipotong 2 hari.
“Kalu jadwal seharusnya masuk kong nda maso brarti 2 hari nda maso…”. Kata Oudy. (Wesly)








