Morut –Proyek pembangunan 50 Unit Jamban atau WC di Desa Moleono Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut) Tahun Anggaran (TA) 2022, bernilai sekitar Rp. 500 juta di Dinas PUPR Morut, Bidang Cipta Karya diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga menuai sorotan tajam dari sejumlah warga setempat.
Salah seorang warga Moleono, yang meminta namanya tidak dipublis, mengatakan, di 2022 sebelumnya terdapat bantuan proyek pembangunan 50 unit jamban dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 500 juta, yang terbagi dibeberapa tempat, seperti Dusun Peilia dan Matangkorono.
Warga menyoroti bantuan program tersebut, karena diduga dikerjakan tidak tuntas. Ada bangunan yang hanya sampai pada tahap pemasangan septick tank, bahkan ada juga yang baru sebatas pondasinya saja.
“Bantuan itu, merupakan program berbasis sanitasi dari Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Morut TA 2022, ” katanya.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh proyek pembangunannya dikerjakan secara swadaya.
“Setahu kami Pak, dari Dinas terkait ada biaya upah tukangnya itu, ” ungkap warga.
Ia berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum ( APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan bisa sesegera mungkin turun langsung dilokasi proyek tersebut, sehingga semuanya bisa terang benderang.
“Jika terjadi pelanggaran hukum, kami minta pihak APH bisa bersikap tegas, untuk melakukan penyelidikan maupun penyidikan lebih lanjut, ” tandasnya. (*)







