Morut –Proyek pembangunan 50 Unit Jamban atau WC di Desa Moleono Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut) Tahun Anggaran (TA) 2022, bernilai sekitar Rp. 500 juta di Dinas PUPR Morut, Bidang Cipta Karya diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga menuai sorotan tajam dari sejumlah warga setempat.
Salah seorang warga Moleono, yang meminta namanya tidak dipublis, mengatakan, di 2022 sebelumnya terdapat bantuan proyek pembangunan 50 unit jamban dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 500 juta, yang terbagi dibeberapa tempat, seperti Dusun Peilia dan Matangkorono.
Warga menyoroti bantuan program tersebut, karena diduga dikerjakan tidak tuntas. Ada bangunan yang hanya sampai pada tahap pemasangan septick tank, bahkan ada juga yang baru sebatas pondasinya saja.
“Bantuan itu, merupakan program berbasis sanitasi dari Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Morut TA 2022, ” katanya.
- Bidik PAD Rp 8 Triliun, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Tumbuh 8 PersenĀ
- Rakor Inflasi, Gubernur Yulius Instruksikan Stabilitas Harga Cabe dan Antisipasi Dampak El Nino
- Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh proyek pembangunannya dikerjakan secara swadaya.
“Setahu kami Pak, dari Dinas terkait ada biaya upah tukangnya itu, ” ungkap warga.
Ia berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum ( APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan bisa sesegera mungkin turun langsung dilokasi proyek tersebut, sehingga semuanya bisa terang benderang.
“Jika terjadi pelanggaran hukum, kami minta pihak APH bisa bersikap tegas, untuk melakukan penyelidikan maupun penyidikan lebih lanjut, ” tandasnya. (*)





