Morut –Proyek pembangunan 50 Unit Jamban atau WC di Desa Moleono Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut) Tahun Anggaran (TA) 2022, bernilai sekitar Rp. 500 juta di Dinas PUPR Morut, Bidang Cipta Karya diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga menuai sorotan tajam dari sejumlah warga setempat.
Salah seorang warga Moleono, yang meminta namanya tidak dipublis, mengatakan, di 2022 sebelumnya terdapat bantuan proyek pembangunan 50 unit jamban dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 500 juta, yang terbagi dibeberapa tempat, seperti Dusun Peilia dan Matangkorono.
Warga menyoroti bantuan program tersebut, karena diduga dikerjakan tidak tuntas. Ada bangunan yang hanya sampai pada tahap pemasangan septick tank, bahkan ada juga yang baru sebatas pondasinya saja.
“Bantuan itu, merupakan program berbasis sanitasi dari Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Morut TA 2022, ” katanya.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh proyek pembangunannya dikerjakan secara swadaya.
“Setahu kami Pak, dari Dinas terkait ada biaya upah tukangnya itu, ” ungkap warga.
Ia berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum ( APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan bisa sesegera mungkin turun langsung dilokasi proyek tersebut, sehingga semuanya bisa terang benderang.
“Jika terjadi pelanggaran hukum, kami minta pihak APH bisa bersikap tegas, untuk melakukan penyelidikan maupun penyidikan lebih lanjut, ” tandasnya. (*)








