Ampana -Masyarakat nelayan Desa Mantangisi Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una Una, mengeluhkan aktivitas Pabrik PT Saraswati Coconut (SC). Sebab, di duga Limbah PT SC tersebut sudah mencemarkan lingkungan dan merusak terumbu karang serta mengancam kehidupan ekosistim bawah laut.
Oleh karena itu, Jumat (09/07/2021) sejumlah warga Desa Mantangisi menemui Dan Pos Letda laut KH. Aisy Fahrul Alim, untuk melaporkan hal tersebut karena sudah sangat merugikan bagi nelayan,karena pendapatan mereka menurun.
“Sebelumnya, pendapatan kami para nelayan cukup lumayan, namun saat ini untuk makan saja sudah sangat susah apalagi mau di jual untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar salah satu nelayan saat di temui Media ini.
Dikatakan lagi, akibat dugaan pencemaran ini, para nelayan sudah malas melaut karena yang di dapat nanti tidak sesuai apa yang di harapkan.
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
- Wabup Vasung Hadiri Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG
“Kami sebagai masyarakat sudah mengadukan hal ini di Dan Pos Angkatan Laut Kabupaten Tojo Una Una, selain itu juga kami meminta kepada Pemerintah Daerah lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait agar mengambil langkah tegas, terkait dugaan pencemaran tersebut. (Aldri)








