Bitung- Pengangkatan Pala dan RT di kota Bitung, terus mengalami penundaan. Hingga Maret 2026, belum juga ada tanda-tanda pengangkatan. Hal ini diduga karena masih ada tarik-menarik soal jatah dari Walikota dan Wakil Walikota yang belum deal.
Menurut sumber diinternal Pemkot yang enggan namanya disebut mengatakan, sampai saat ini belum ada kesepakatan soal persentase jatah walikota dan wakil walikota.
“Banyak yang membawa nama walikota dan wakil walikota. Akhirnya pimpinan jadi bingung mau akomodir yang mana. Ini yang menyebabkan terjadinya penundaan pengangkatan Pala dan RT,” ujarnya sembari menambahkan, anggarannya sudah tersedia, dimana rupa bulan dianggarkan 2 miliar rupiah.
Sebelumnya ketua DPRD Bitung, Vivi Ganap, SE mengatakan, pengangkatan Pala dan RT sudah sangat mendesak, karena ini menyangkut pelayanan pemerintah ditingkat paling bawah.
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
- Reses Vionita Kuera di Kampung Kawahang, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kepulauan
- Gelar Reses II Tahun 2026, Ini Aspirasi yang Dijaring Anggota DPRD Provinsi Sulut
Sekkot Bitung, Ir Rudi Theno, ST MT mengatakan, saat ini masih dalam tahap verifikasi karana banyaknya nama yang masuk. “Nama yang masuk sudah sekitar 5 ribuan. Sementara kebutuhan Pala dan RT hanya seribu. Jadi ini masih sementara diverifikasi,” kata Theno.
Sementara itu, juru bicara Pemkot Bitung, Altin Tumengkol, SIP MSi membantah jika ada “jatah-jatahan” dalam pengangkatan Pala dan RT. “Tidak ada tarik menarik. Mudah-mudahan sebentar lagi akan ada pengumuman, tinggal menunggu waktu yang tepat,” jelas Tumengkol. Belum Deal Soal “Jatah”, Pemkot Bitung Tunda Terus Pengangkatan Pala RT
Bitung- Pengangkatan Pala dan RT di kota Bitung, terus mengalami penundaan. Hingga Maret 2026, belum juga ada tanda-tanda pengangkatan. Hal ini diduga karena masih ada tarik-menarik soal jatah dari Walikota dan Wakil Walikota yang belum deal.
Menurut sumber diinternal Pemkot yang enggan namanya disebut mengatakan, sampai saat ini belum ada kesepakatan soal persentase jatah walikota dan wakil walikota. “Banyak yang membawa nama walikota dan wakil walikota. Akhirnya pimpinan jadi bingung mau akomodir yang mana. Ini yang menyebabkan terjadinya penundaan pengangkatan Pala dan RT,” ujarnya sembari menambahkan, anggarannya sudah tersedia, dimana rupa bulan dianggarkan 2 miliar rupiah.
Sebelumnya ketua DPRD Bitung, Vivi Ganap, SE mengatakan, pengangkatan Pala dan RT sudah sangat mendesak, karena ini menyangkut pelayanan pemerintah ditingkat paling bawah.
Sekkot Bitung, Ir Rudi Theno, ST MT mengatakan, saat ini masih dalam tahap verifikasi karana banyaknya nama yang masuk. “Nama yang masuk sudah sekitar 5 ribuan. Sementara kebutuhan Pala dan RT hanya seribu. Jadi ini masih sementara diverifikasi,” kata Theno.
Sementara itu, juru bicara Pemkot Bitung, Altin Tumengkol, SIP MSi, membantah jika ada “jatah-jatahan” dalam pengangkatan Pala dan RT. “Tidak ada tarik menarik. Mudah-mudahan sebentar lagi akan ada pengumuman, tinggal menunggu waktu yang tepat,” jelas Tumengkol. (hzg)






