Bitung – Usai penangkapan 10 unit di Polda Sulut yang menunjukan ketegasan Kapolda Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., sebagai penegakan hukum yang tegas, terkesan tebang pilih, Minggu, (01/12/2024)
Pasca selesai Pilkada praktek penyalagunaan BBM Bersubsidi kembali beroperasi di Kota Bitung, terbukti pada Sabtu, (30/11/2024) ditemukan 1 unit tangki berkapasitas muatan 8000 KL tanpa lebel diduga melakukan bongkar muat BBM Bio Solar Ilegal di Plabuhan Perikanan Bitung ke Kapal para nelayan.
Melalui penelusuran awak media, mencuat nama bigbos Frenly yang sekarang menghandle perusahaan berlebel PT.Ordo Pratama Optimal.
Sebelumnya Frenly sudah dikenali banyak kalangan sebagai Mafia BBM dan sering kerap berpindah-pindah lokasi penimbunan bahkan berganti lebel prusahaan.
- Komisi III Deprov Gorontalo Bahas Layanan Medical Check-Up Terintegrasi di RSPAD
- Diduga Berselisih, Satpam Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta
- Sambut HUT ke-81 RI, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Pastikan Keandalan Pembangkit Listrik untuk Mendukung Ketahanan Energi Listrik di Sulawesi Tengah
Lihainya kartel Frenly menggelabui Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan melecehkan peran Aparat Penegak Hukum yang hanya mampu menangkap pelaku penyalagunaan BBM Bersubsidi yang kelas teri saja.
Frenly saat di konfirmasi lewat pesan singkat whatsaap di nomor +62 822-9632-**** terkait aktivitas yang dilakukan di Pelabuhan Prikani Bitung, tidak memberikan jawaban sampai berita ini di terbitkan.
Melalui salah satu sumber yang akurat media ini, yang juga melihat pekerjaan dilokasi saat di mintai keterangan membeberkan bahwa pekerjaan bongkar muat BBM Ilegal tersebut dihandle Kartel Bigbos Frenly
“Pekerjaan Bongkar Muat BBM ke kapal itu diurus oleh Frenly yang sekarang berlindung di PT.Ordo Pratama Optimal ke kapal nelayan,” Beber sumber sembari meminta namanya di rahasiakan.
Bahkan sumber meminta agar Kapolda Sulut tegas dalam penindakan, jangan hanya menangkap para pengusaha BBM Ilegal yang kecil-kecil saja.
“Kapolda harusnya melakukan penindakan secara nyata ke semua Perusahaan yang berkedok Agen BBM industri untuk menggelabui petugas APH namun BBM yang di perjual Belikan adalah BBM Bersubsidi Hasil Timbunan,” Tambah sumber.
Melalui penelusuran awak media lebih mendalam diketahui Pemilik PT.Ordo Pratama Optimal bernama Ronaldo Samuel Budiman yang kini berafiliasi dengan Frenly. Bahkan diketahui juga diduga Perusahaan tersebut di duga tidak memiliki ijin yang jelas dari ijin oprasional maupun ijin transportir. (POLAPA)






