Deymer Malonda Polisikan Steven Terkait Penggelapan Dan Penipuan

Manado – Sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polresta Manado, kembali menerima laporan tindak pidana dugaan penipuan dan penggelapan. Kali ini yang di laporkan lelaki Deymer Calvin Jentje Malonda (55) warga Kelurahan Wenang Selatan, Lingkungan l, Kecamatan Wenang. Yakni seorang Wiraswasta berinisial SK alias Steven (40-an) warga Kelurahan Bumi Nyur, Lingkungan l, Kecamatan Wanea.

Kejadian tersebut itu terjadi sejak tangga 28 Desember 2020 di Kelurahan Bumi Nyur, Lingkungan l, Kecamatan Wanea. Namun baru di laporkan Senin (13/09) kemarin.

Informasi yang dirangkum, pelapor selaku menerima surat kuasa dari korban perempuan bernama Afrily Syalomita Cindy Sembiring. Menerangkan bahwa pada tanggal 28 Desember 2020 sekitar di kelurahan Bumin Nyur, Lingkungan Satu, Kecamatan Wanea. Telah terjadi kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang di lakukan oleh lelaki berinisial SK alias Steven. Dimana awalnya korban menitipkan serta barang barang berharga berupa Surat hak milik no 74. Atas nama Hanny Kondoy, Surat Hak Milik nomor 384 atas nama Hanny Kondoy, Surat Hak Milik Nomor 00344 atas nama Hanny Kondoy dan Djalan Sembiring, Surat Hak milik Nomor 00345 atas nama Hanny Kondoy dan Djalan Sembiring, Buku tabungan Bank BRI atas nama Hanny Kondoy, Buku Tabungan Bank BTN atas nama Hanny Kondoy, Freezer merek gea, Mobil Panther Touring dengan nomor polisi DB 1768 AL atas nama Djalan Sembiring, dua buah Surat Hak Milik atas nama Djalan Sembiring dan Hanny Kondoy yang terletak di Desa Taratara Tomohon. Selanjutnya barang-barang serta dokumen tersebut ketika di minta oleh korban tidak di kembalikan. Akibat kejadian tersebut itu kepihak korban mengalami kerugian sebesar Rp 3.000.000.000 Milyar.

Tak terima dengan perbuatan pelaku pihak korban pun melaporkan peristiwa tersebut itu ke Mapolresta Manado.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin SHut SIK, ketika dikonfirmasi konfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut itu “Laporannya sudah kami terima dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan pihak kami. “Jelas Arifin. (Dwi)

Related posts