Jakarta – Kepala Perlindungan Sipil Italia, Angelo Borrelli, Selasa (24/3/2020) mengatakan korban meninggal akibat COVID-19 telah meningkat 743 orang menjadi 6.820.
Ia mengatakan ada tambahan 3.612 kasus sejak pengumuman terakhirnya, sehingga jumlah total orang yang terinfeksi saat ini di atas 54.000.
Karena tingginya jumlah penderita, sistem layanan kesehatan Italia kewalahan dan tekanan meningkat terhadap rumah sakit di bagian utara negara itu yang paling parah.
Di banyak tempat, peti mati untuk orang yang meninggal menumpuk, menunggu kremasi dan penguburan.
- Tiga Pejabat Pemprov Sulut Dilantik, Gubernur Yulius Harapkan Bangun Sinergi Yang Lebih Kuat Antar Instansi
- Gorontalo Tuntas Terang, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo Capai 100 Persen
- Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wawali Richard Sualang Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
Sebagian besar pasien yang terkena virus corona hanya mengalami gejala ringan dan sembuh setelah sekitar dua minggu, namun virus ini sangat menular dan bisa menyebar dari orang-orang yang tidak menunjukkan gejala nyata. (*)
Sumber : VOA








