Inzert : Kaban BPBD Kep. Sangihe Wandu Labesi S.Sos
TAHUNA – Fenomena La Nina akan berlangsung hingga Februari 2022, sesauai dengan rilis BMKG yang menyebabkan intensitas hujan meningkat di berbagai daerah,termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sejak akhir tahun 2021 lalu hingga kini ,curah hujan masih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menghimbau agar selama masa penghujan ini,masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan bencana alam banjir dan tanah longsor.
Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu Labesi S.Sos kepada sejumlah wartawan,mengungkapkan ,pemerintah kabupaten telah menyampaikan edaran ke pemerintah Kecamatan untuk diteruskan ke pemerintah kelurahan dan kampung agar memonitor wilayah masing -masing ketika terjadinya bencana.
” Kami pemerintah kabupaten beberapa kali memberikan edaran ke pemerintah kecamatan untuk diteruskan ke pemerintah kelurahan dan kampung agar memonitor wilayah masing-masing ,ketika terjadi bencana agar segerah melapor ke pemerintah kabupaten.” Ujar Labesi.
- DPRD Bitung Perpanjang Masa Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal Di Perumda Air
- Sambut Siswa Baru, SDN Babakansari Gelar MPLS Unik Dengan Semangat Literasi Finansial dan Kearifan Lokal
- Pertama Kali Dipresentasikan di KADIN Pusat, TIFF 2026 Bikin Pengurus Nasional Terpukau: Tomohon Siap Jadi Magnet Investasi
Wandu Labesi juga mengatakan sejak dua hari yang lalu,curah hujan cukup tinggi hingga berpotensi bencana banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Manganitu.
“Memang sejak hari Sabtu dan Minggu kemarin curah hujan cukup tinggi hingga menyebabkan banjir di kecamatan Manganitu, dan hal ini juga baru kami ketahui dari media sisial, namun belum ada laporan tertulis dari pemerintah kecamatan namun untuk longsoran material tanah masih tidak menutupi badan jalan dan tidak menggannggu transportasi darat,” Kata Labesi.
Wandu Labesi berharap , masyarakat yang bermukiman di daerah rawan bencana agar tetap waspada akibat cuaca ekstrim akhir-akhir ini. (Yoss)








