Sulut-Anemia pada remaja putri dapat berisiko pada saat hamil dan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta mengakibatkan bayi lahir Stunting.
Hal itu di katakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir. Diano. Tino Tandaju, M.Erg, saat membuka kegiatan Workshop bagi Fasilitator Sebaya,yang berlangsung di hotel NDC, Kamis (29/02/2024).
Dijelaskan Kaper BKKBN Sulut,anemia adalah bagian dari Pencegahan Stunting dari Hulu, juga merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada remaja putri dan kelompok umur tertentu.
“Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah menjadikan remaja sebagai salah satu sasaran dalam Percepatan Penurunan Stunting melalui peningkatan akses informasi dan edukasi serta memastikan remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) dan mengonsumsi Tablet Tambah Darah.” Ujar Tandaju.
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
Kaper BKKBN Sulut berharap bagi Fasilitator remaja setelah mengikuti kegiatan ini dapat menambah pengetahuan, sikap dan perilaku positif bagi remaja tentang gizi dan pencegahan anemia untuk meningkatkan status gizi dan kesehatannya alam upaya pencegahan Stunting.
Kegiatan Workshop bagi Fasilitator Sebaya ini diikuti oleh 30 Peserta Remaja dari Kab/Kota se-Provinsi Sulut. (J.Mo)








