Tahuna-komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendukung program Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten kepulauan Sangihe, Bupati Michael Thungari bersama wakil bupati Tendris Bulahari secara resmi membuka giat pencanangan Desa cantik statistik sekaligus pembinaan statistik sektoral seri 1 di kampung Pokol Kecamatan Tamako , Rabu (06/05/2026)
Dalam giat itu juga telah dilakukan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cinta Statistik, sebagai landasan peningkatan literasi statistik dan kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan data yang akurat, berkualitas, serta berkelanjutan.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, S.S.T, M.S.E, mengungkapkan dimana program Desa Cantik telah berjalan kurang lebih tiga tahun terakhir seperti di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, Kampung Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah dan di tiga kampung kecamatan Tamako yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab BPS sebagai lembaga statistik dalam mendukung perencanaan dan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah dan melalui program Desa Cantik, BPS ingin meningkatkan literasi statistik di level pemerintahan terkecil dalam penyelenggaraan pendataan serta pemanfaatan data secara tepat”jelas Siswanto
Lanjut Siswanto membeberkan program tahun 2026 ini, BPS akan melakukan pembinaan terkait pemutakhiran data sosial ekonomi di tiga kampung Desa Cantik sekaligus menyiapkan aplikasi pengumpulan data berbasis Android yang akan digunakan aparat kampung dalam melakukan pendataan.
“Kami menyiapakan aplikasi untuk pengumpulan data berbasis android dan akan diserahkan ke desa dengan harapan bisa dipakai di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan juga disediakan <span;> website bagi tiga kampung ini untuk menampilkan indikator-indikator yang telah dikumpulkan, sehingga data dapat diakses dan dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan kampung” ujar Siswanto
Menurutnya, penguatan kapasitas desa dalam mengelola data statistik sangat penting guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan terukur.
Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan dilanjutkan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I, dengan tujuan memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pendujung t<span;>erwujudnya Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan Program Satu Data Indonesia, demi memastikan data pembangunan daerah lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Turut dalam kegiatan ini unsur BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe , Forkopimca, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, para Kapitalaung, serta tokoh masyarakat setempat. (Yoss)






