Minut-Kasus tenggelamnya seorang bocah di Kolam Sellarya Puma, Desa Maumbi, pada Juli 2025 lalu terus bergulir.
Keluarga korban menilai pihak pengelola lalai menyediakan fasilitas keselamatan, sementara kepolisian memastikan kasus ini ditangani serius.
Risky, ayah korban, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pemilik kolam yang dinilai tidak peduli setelah insiden tersebut. Menurutnya, selain hanya menanggung biaya perawatan darurat di rumah sakit, pihak pengelola sama sekali tidak menunjukkan empati.
“Anak saya sudah tiada, tapi kepedulian mereka pun tidak ada. Bahkan datang melayat pun tidak,” kata Risky kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Ia menegaskan bahwa persoalan bukan sekadar soal biaya, melainkan minimnya standar keselamatan di lokasi wisata air itu. Menurutnya, tidak ada CCTV, penjaga penyelamat, maupun pengawasan yang memadai.
“Padahal kami masuk bayar, seharusnya ada fasilitas keselamatan,” tambah Risky.
Sementara itu, pemilik Kolam Sellarya, Novi Paulus, membantah tudingan tersebut. Ia mengklaim fasilitas keamanan sudah tersedia, termasuk CCTV dan penjaga kolam, meski peristiwa itu disebutnya terjadi di luar kendali.
“Petugas kami sudah berjaga, tapi anaknya sangat gesit dan aktif. Kejadian ini murni musibah,” ujar Novi.
Novi juga menegaskan bahwa pihaknya telah menanggung biaya awal perawatan korban di rumah sakit. Adapun alasan tidak hadir melayat, menurutnya, karena khawatir terjadi gesekan di tengah suasana duka.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Minahasa Utara, Iptu Lega Ikhwan Herbayu, S.Tr.K, SIK, memastikan kasus ini menjadi atensi pihak kepolisian. Ia mengatakan penyelidikan sudah berjalan dengan pengumpulan data dan keterangan.
“Kasus ini sedang berproses. Kami pastikan penanganannya serius,” tegas Iptu Lega.
Kini keluarga korban hanya berharap keadilan benar-benar ditegakkan. (T3)








