Makassar-Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd, bertemu dengan puluhan pemuda, mahasiswa dan pelajar Morut di ‘Kota Daeng’, untuk bertatap muka guna memelihara hubungan keakraban dan memotivasi generasi muda Morut di perantauan dalam mengembangkan diri dan meningkatkan daya saing diri masing-masing.
Pertemuan itu dikaitkan dengan Pelantikan Pengurus Persatuan Pemuda Mahasiswa dan Pelajar Morut di Kota Makassar periode 2025-2026 yang diketuai Adrizar Giffari, Wakil Ketua Andi Satrria, Sekretaris Etwar Palangla dan Bendahara, Amanda Meyliana.
Di hadapan puluhan anggota PPMPM-Makassar, Wabup Djira memberikan motivasi kepada para pemuda Morut di perantauan agar lebih fokus menuntut ilmu, mengembangkan potensi dan kapasitas masing-masing agar memiliki daya saing menghadapi masa depan yang penuh dengan kompetisi yang makin ketat.
“Cari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Semua ilmu dan pengalaman serta hal-hal yang positif lainnya, bawalah ke kampung dan keluarga di Morut untuk memajukan daerah kita,” ujar Wabup Djira.
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
Untuk menopang keberadaan semua mahasiswa Morut yang sedang menuntut ilmu di berbagai kota di Indonesia, Pemda Morut setiap tahun menyiapkan bantuan beasiswa masih-masing Rp 1,5 juta tiap semester atau Rp 3 juta tiap tahun jumlahnya, kata Wabup Djira, memang tidak besar dan belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan mahasiswa, namun bantuan ini diharapkan turut meringankan beban orang tua sehingga mahasiswa tetap termotivasi untuk meningkatkan pendidikannya sampai selesai di perguruan tinggi.
Ia juga mempersilahkan para pelajar dan mahasiswa untuk mengkritisi Pemda Morut bila ditemukan fakta-fakta di lapangan bahwa penyelenggaraan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Saya itu suka dikritik, semakin dikritik semakin baik, asal itu fakta, bukan fitnah. Sebab kritikan akan semakin membuat pemerintahan berjalan lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” katanya. (Ryo/RTR/NAL)







