Bitung- Keluhan ratusan tutor yang sehari-hari mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se kota Bitung, dimana honor mereka selama hampir 2 tahun tak dibayarkan, mendapat tanggapan dari anggota Komisi 1 DPRD Kota Bitung, Devi Honce Barakati, ST, MP.d.
Menurut Barakati, honor tutor itu harus dibayarkan, karena selain itu merupakan hak para tutor, juga menjadi kewajiban pemkot, mengingat para tutor ini sudah memberi diri dengan membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa. “Sangat prihatin dengan para tutor PKBM ini. Honor mereka tidak banyak, tapi ternyata sudah hampir dua tahun tidak dibayar. Saya minta Pemkot segera membayar, karena ini menyangkut hal hidup,” tandas Barakati.
Ketua DPD Partai Perindo Bitung ini menambahkan, Pemkot harus memprioritaskan ini, bukan hal lain yang tidak terlalu penting. “Pemkot harus memprioritaskan pembayaran honor ini, dengan menganggarkannya di APBD perubahan, karena ini sangat penting. Kasihan para tutor yang sudah bekerja tapi tidak menerima honor,” tegasnya
Sementara itu, sekretaris Badan Pengelola Keuangan Pemkot Bitung, Riano Senduk yang dikonfirmasi membantah jika pemkot tidak membayar. Menurut Senduk, ada dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang dialokasikan 40 persen untuk para tutor. “Ada 40 persen dari BOP. Tidak benar jika tidak dibayarkan,” jelas Senduk.
- PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
- Kinerja UPTD Pendapatan Wilayah XII Morut Tunjukan Tren Positif, Masih Tri Wulan III, Realisasi PKB Tembus 104 Persen
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Ketua forum PKBM Bitung, Iskandar Rifai membantah jika mereka menerima honor. Menurutnya, yang 40 persen dari BOP itu dana dari pusat. Sementara dari Pemkot Bitung tidak ada. “Waktu walikota masih pak Maurits, kami menerima 550 ribu rupiah tiap bulan. Tapi sejak tahun 2025, kami sudah tidak menerima sampai sekarang,” keluhnya. (hzq)







