Morut- Lima Desa di Kecamatan Bungku Utara terendam banjir, puluhan hektar lahan petani gagal panen akibat banjir tersebut.
Banjir yang merendam lima Desa itu akibat luapan sungai Siombo, sungai Ula dan Sungai Parigi meluap karena intensitas curah hujan yang tinggi sejak tanggal 16 Mei kemarin.
“Akibat intensitasi hujan yang tinggi dari kemarin, tiga sungai di Kecamatan Bungku Utara meluap dan menggenangi lima Desa di Kecamatan Bungku Utara” ucap Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto, (17/5/2021).
Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto bersama personelnya terpantau berjibaku membantu warga yang berusaha menyelamatkan sisa-sisa padi yang masih bisa mereka selamatkan dari rendaman banjir. Padi yang terlihat sudah menguning yang tinggal menunggu panen tersebut dinaikkan ikat demi ikat keatas alat sederhana yang meraka buat sendiri dari bahan Sterofom.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
“Kami terpaksa memanennya lebih awal pak, daripada busuk terendam banjir, yang masih bisa kami selamatkan, kami selamatkan pak dari pada rugi banyak.” ucap salah satu petani.Terima kasih pak Kapolsek telah bantu kami,” Ujarnya.
Kelima Desa tersebut memang sudah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba, akibat luapan debit air sungai. Hingga saat ini banjir yang menggenangi rumah penduduk tersebut mencapai pinggang orang dewasa, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika melihat intesitasi hujan yang tinggi.
Selain itu akibat banjir, akses jalan penghubung dari Desa Pokeang menuju desa Woomparigi, Desa Tambarobone dan Desa Tokala Atas, Desa Posangke dan Desa Taronggo tidak dapat dilalui kendaraan Roda dua maupun Roda empat, untuk korban jiwa nihil dan kerugian ditafsir puluhan juta rupiah, tertutama lahan pertanian yang terendam banjir. (Johnny)






