Kepala Badan ATR/BPN Kabupaten Poso H.Tulus Sosilo SH,MH
POSO – Belum adanya kepastian hukum hak atas tanah seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah.
Selain di kalangan masyarakat baik antara keluarga, tak jarang sengketa lahan terjadi antar pemangku kepentingan pengusaha,BUMN,dan Pemerintah.
Lambatnya proses pembuatan Sertifikat Tanah selama ini menjadi pokok perhatian Pemerintah, dan untuk menanggulangi permasalahan tersebut Pemerintah pusat melalui Kementrian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah sistimatis Lengkap (PTSL) yang di yakini mampu mengatasi permsalahan Serifikat atas Tanah di seluruh wilaya di Indonesia salah satunya di Kabupaten Poso.
ATR/ BPN Kabupaten Poso pada tahun 2021 rencanya akan menerbitkan Serifikat Hak Atas Tanah (SHAT) dengan target 5100 bidang Tanah yang terletak di 6 Desa yang ada di Kecamtan Lore Barat dan Lore Selatan Kabupaten Poso.
- Dinas Perkim Sangihe Lakukan Perampungan Data Bencana Gempa, Sekaligus Salurkan Bantuan RTLH dan Bantuan Bencana Sebelumnya
- Wamen ATR/Waka BPN Raker Bersama DPR RI, Kawasan Hutan Harus Terintegrasi Tata Ruang
- Menteri ATR/Kepala BPN RI : Kebijakan Baik Berawal Dari Kesediaan Mendengar Aspirasi Masyarakat
Kepala Badan ATR/BPN Kabupaten Poso H.Tulus Sosilo SH,MH ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (02/03) lalu mengatakan, bahwa target 5100 bidang Tanah yang akan di Sertifikatkan 6 Desa yang ada di Kabupaten Poso lanjutan dari Desa Bulili Kecamatan Lore Selatan, yakni Desa Bulili di targerkan 800 Sertifikat, Desa bomba 850 Sertifikat Tanah, Desa Lengkeka 800 Sertifikat, Desa Bewa 850 Sertifikat, Desa Gintu 1100 Sertifikat dan Desa pada 230 Sertifikat maka di akumulasikan menjadi 5100 Sertifikat terangnya.
“Oleh karena itu,kita harapkan satu Desa,bersertifikat dan kewajiban adalah biaya permohonan seperti pembelian patok, materai yang harus ditanggulangi pemohon yang setiap Desa berbeda-beda biaya pemohon.Kita baru melakukan tahapan pemetaan dan survei di lapangan,” UjarĀ Sosilo. (Johnny)






