Manado – Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, melakukan pemantauan terkait ujicoba penggunaan Insenerator, setelah alat tersebut selesai dipasang. Diawali di lokasi kecamatan Wanea, Jumat (24/01/2020).
Alat tersebut akan dimanfaatkan untuk membakar sampah yang dikumpulkan dari wilayah kecamatan. Dimana Insenerator menjadi solusi saat ini melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo yang sudah tidak layak lagi penampung sampah di Kota Manado.
“Melihat kondisi TPA Sumompo sudah tidak layak lagi, Insenerator solusi disaat ini guna mengantisipasi masalah sampah di Kota Manado,” ujar Walikota Vicky Lumentut.
Lanjut, Walikota Vicky Lumentut penggunaan alat ini akan berhenti setelah TPA Regional yang dijanjikan Pemerintah Provinsi dibangun di Minahasa Utara selesai.
- Bidik PAD Rp 8 Triliun, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Tumbuh 8 PersenĀ
- Rakor Inflasi, Gubernur Yulius Instruksikan Stabilitas Harga Cabe dan Antisipasi Dampak El Nino
- Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
“Saya memilih sampah dibakar sambil menunggu selesainya TPA regional karena di Kota Manado tidak ada lagi lahan yang layak untuk TPA,” kata Walikota dua periode pilihan rakyat ini.
Diketahui pengadaan Insenerator sudah melalui kajian yang matang, sebelum pengadaan dilakukan Pemerintah Kota Manado, sudah berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Rekomendasi yang diberikan, boleh melakukan pembakaran sampah asalkan suhunya tidak boleh dibawah 800 derajat celcius. Sementara Insenerator milik Pemkot Manado ini suhunya 1.200 derajat celcius. (AH)





