oleh

Belum di Lunasi, BPJS Kesehatan Bakal Akhiri Kerjsama Dengan Pemkab Minahasa

MINAHASAKerja sama BPJS Tondano dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terancam bubar di tahun 2021 mendatang.

Hal itu menyusul adanya tunggakan iuran kepada pihak BPJS Kesehatan Tondano di tahun 2020 ini sekitar Rp 10 milyar yang belum dibayarkan.

Jumlah hutang tersebut disebabkan tersendatnya pembayaran iuran 42.630 jiwa yang dicover Pemkab Minahasa dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Dengan demikian, sekitar 40 ribuan warga Minahasa terancam tidak mendapat pelayanan dari fasilitas kesehatan yang selama ini bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Tondano.

“Ya, saat ini masih ada sekitar 10 miliar rupiah lebih piutang yang belum dibayar Pemkab Minahasa. Itu dari bulan Mei sampai Desember 2020,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Efran Chandra Nugraha melalui Kabid Keuangan Andri Budiarjo, ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Minggu (13/12).

Menurut Andri, pihaknya telah dua kali melayangkan surat kepada Pemkab Minahasa terkait piutang tersebut. Namun Pemkab sendiri hanya menyanggupi membayar satu bulan saja. Yakni piutang bulan April.“Akhir bulan Desember ini kita akan layangkan surat peringatan terakhir kepada Pemkab Minahasa. Karena mereka (Pemkab) menyanggupi membayar piutang hanya satu bulan saja,” tandasnya.

Andri mengungkapkan, dari beberapa kali pertemuan, Pemkab Minahasa berjanji akan membayar piutang bulan Mei. Namun hingga kini belum juga ada kejelasan.

“Sampai saat ini belum ada pembayaran untuk bukan Mei, yang sudah dijanjikan Pemkab. Padahal setahu saya transaksi keuangan itu dari Pemkab batas tanggal 15 Desember. Jadi ini bisa saja tidak dibayarkan,” kata dia.

Ditegaskan, jika Pemkab Minahasa tidak melunasi piutang sampai akhir bulan Desember 2020, pihaknya tidak akan memperpanjang kerjasama di tahun 2021.“Setiap tahun kita evaluasi. Jadi, jika ada pemerintah kabupaten kota yang tidak komitmen membayar piutang pada tahun berjalan, tentunya tidak ada lagi kerjasama di tahun kemudian,” tegasnya.

Namun begitu, dia berharap Pemkab Minahasa bisa menyelesaikan piutang tersebut di akhir tahun ini.“Walaupun memiliki piutang beberapa bulan, kartu peserta kategori Jamkesda yang ditanggung Pemkab masih aktif. Dan saat ini warga masih dilayani sampai 31 Desember 2020,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minahasa, Denny Mangala ketika dimintai keterangan soal piutang tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan BPJS Kesehatan Tondano. Bahwa piutang tersebut akan dibayarkan pada tahun 2021.“Kita sudah jelaskan kepada pihak BPJS Kesehatan Tondano, bahwa piutang itu akan dibayarkan di bukan Januari tahun 2021. Karena piutang tersebut sudah dianggarkan di APBD 2021,” jelasnya.

Mangala berharap kerjasama ini bisa berlanjut di tahun 2021. “Makanya kita akan upayakan untuk menyelesaikan. Jika ada dana masuk, piutang bukan Mei akan dibayarkan. Tapi tidak untuk sampai Desember, karena dananya tidak cukup,” tukasnya.Terpisah, Kepala Dinas Sosial Minahasa melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Aswin Mokolinta menjelaskan, tahun 2020 jumlah warga yang dicover BPJS Kesehatan lewat Jamkesda sebanyak 42.630 jiwa.

“Terkait data Jamkesda, itu yang ada pada kami. Soal total anggaran dan pembayaran itu ada pada Dinas Kesehatan,” ungkap Aswin.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, Maya Rambitan menjelaskan bahwa total anggaran Jamkesda tahun 2020 berjumlah Rp. 36 miliar lebih, untuk mengcover 42 ribu jiwa. Namun anggaran tersebut telah terpotong karena adanya pandemi Covid-19.

“Jadi, anggaran itu tidak lagi 36 miliar rupiah lebih. Tapi sudah terpotong lantaran adanya refocusing anggaran. Dan ini berlaku di seluruh daerah,” jelas Rambitan.

Sebelumnya, Kepala BPJS Cabang Tondano, Efran Chandra Nugraha mengatakan, dari 9 kabupaten kota yang melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan Tondano, hanya Pemkab Minahasa yang tidak komitmen membayar kewajiban kepada BPJS Kesehatan.

“Ya, dari 9 kabupaten kota yang masuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Tondano, hanya Pemkab Minahasa tidak komitmen bayar piutang Jamkesda. Dan konsekwensinya tidak diperpanjang lagi kerjasama di tahun berjalan,” Urainya. (Ronny)