Tahuna – Diawal tahun 2024 ini cuaca ekstrim kermbali lagi menyerang kabupaten Sangihe dimana Curah hujan di beberapa wilayah kabupaten kepulauan Sangihe sangatlah tinggi yang mungkin saja dapat menyebabkan bencana banjir atau tanah longsor.
Untuk mengantisipasi dan sebagai tanda awas juga himbauan kepada masyarakat, Pemkab Sangihe mengumumkan penetapan status siaga darurat bencana. Keputusan ini diumumkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Wandu Labesi.
Labesi menjelaskan penetapan status siaga darurat ini telah berlaku sejak Jumat, 19 Januari 2024, dan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. “Saat ini, beberapa kecamatan mengalami dampak signifikan akibat banjir, dan pemerintah setempat akan segera merespons dengan rapat koordinasi Tim Reaksi Cepat Pemkab Sangihe” Ungkap Labesi pada sejumlah wartawan minggu (21/01/24)
Labesi juga sampaikan. pihak Badan Penangulangn Bencana Daerah Sangihe saat ini sedang melakukan pendataan lapangan untuk masyarakat yang terdampak bencana. “mungkin besok pagi sudah ada data yang valid untuk keluarga yang terdampak,” ujar Labesi.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan juga turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. “Mengimbau agar masyarakat tetap waspada, dan khusus untuk masyarakat Kampung Laine dapat mengungsi ke tempat yang aman. Saya mengajak untuk bersandar kepada Tuhan agar dijauhkan dari musibah,” ucap Tamuntuan. (Yoss)







