17 Dokter di RSUD Kolonodale Temui Bupati Morut, Ini Yang Disampaikan

Kolonodale – Sebanyak 17 dokter ahli yang bertugas di RSUD Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara (Morut), bertatap muka dengan Bupati Morut Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS sekaligus menyampaikan aspirasinya.

Pertemuan yang berlangsung di Cafe Magasi Kolonodale, Selasa (18/1/2022), para dokter senior itu menyampaikan kondisi rumah sakit baik sarana/prasarana, pelayanan, maupun keadaan manajemen di rumah sakit tersebut.

Dari ke-17 dokter spesialis itu terlihat beberapa dokter senior seperti dr. Dewa, Sp.OG, dr. Yafet Pasang, Sp.B, dr. Teddy Yonatha, M.Kes, Sp.B, dr. Anisa, Sp.THT-KL, dr. Fitri Damayanti, Sp.N, dr. Nuraeni, Sp.Rad, dan beberapa lainnya.

Keinginan para dokter yang selama ini bertugas di RSUD Kolonodale untuk bertemu bupati susah sejak lama direncanakan, namun baru bisa terlaksana saat ini.

Mengawali pertemuan, Bupati Delis mempersilakan para dokter spesialis itu untuk menyampaikan masukan atau saran-saran terkait dengan tugas mereka dan kondisi pelayanan di RSUD di ibukota Morut tersebut.

“Ini kesempatan penting. Ada beberapa senior, teman sejawat sesama dokter. Silakan sampaikan masukan demi kepentingan pelayanan di RSUD Kolonodale,” jelas bupati yang juga seorang dokter tersebut.

Dari beberapa pembicara tercatat beberapa hal penting yang disampaikan terutama mengenai kurangnya sarana/prasarana yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pasien.

Selain itu, mereka juga banyak mengeluhkan pengelolaan manajemen rumah sakit yang dinilai tidak transparan, tidak komunikatif, bahkan tidak memprioritaskan hal-hal yang mendasar.

“Sebagai contoh saja, di RSUD sekarang banyak sekali pasien atau keluarganya yang tidak memakai masker. Sebaiknya ada security yang mengawasi,” ujar seorang dokter.

Bupati Delis berterima kasih atas berbagai saran dan masukan para dokter demi perbaikan dan kemajuan di rumah sakit itu.

“Jika itu terkait dengan pelayanan kepada masyarakat, jangan segan-segan memberi masukan. Saya terbuka, apalagi ini ada beberapa senior yang sudah cukup berpengalaman,” katanya.

Ia juga berharap agar para dokter itu tetap menjalankan tugas dengan maksimal, apalagi berdasarkan penilaian ombudsman RI pada tahun 2021 lalu tingkat pelayanan RSUD Kolonodale tergolong rendah yakni rapor merah.

Penilaian ombudsman itu, lanjut bupati, harus dijadikan masukan yang berharga untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan.

“Ini sudah cukup banyak masukan. Kalau soal manajemen RSUD, itu menjadi tugas kami untuk mengingatkan. Terima kasih atas perhatian para kerabat semua,,” kata Dokter Delis. (*/John)

Loading