Manado-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan kategori Kepala Daerah Paling Inovatif dalam ajang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan PWI Sulut Award 2026 dan Gala Dinner yang berlangsung di Courtyard by Marriott Manado, Sabtu (7/11/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengakuan terhadap komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menghadirkan berbagai inovasi, kreativitas, serta terobosan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan untuk Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Minahasa Utara, Styvi Sem Watupongoh, S.I.P., yang hadir mewakili Bupati Joune Ganda.
Penghargaan kategori Kepala Daerah Paling Inovatif tersebut menjadi pengakuan atas berbagai upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi di bidang pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan pengembangan sumber daya manusia, serta mempercepat pembangunan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung, Pemkab Minut terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis dan inovasi perangkat daerah yang dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan, meningkatkan efektivitas birokrasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas.
Bagi Bupati Joune Ganda, inovasi dalam pemerintahan menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan setiap program pembangunan tidak hanya sebatas perencanaan, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan jati diri wartawan yakni seorang pejuang. “PWI sendiri lahir pada tahun 1946, bersamaan dengan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,” kata Akhmad Munir. Ia menyebut saat ini anggota PWI mencapai hampir 40 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia. “Sejarah panjang itu menjadi bukti bahwa PWI bukan organisasi baru, melainkan bagian dari sejarah bangsa,” katanya.
Munir juga menyoroti era media sosial saat ini yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Informasi yang beredar di masyarakat sudah banjir, namun ibarat obat, jika terlalu banyak bisa menjadi racun. Sebab, ada berita bohong, fitnah, dan informasi yang dipelintir bercampur baur di ruang publik. Namun, ketika masyarakat keracunan berita hoaks, obatnya adalah informasi yang benar, akurat, dan tervalidasi. Hal itu hanya bisa dilakukan melalui kerja profesional wartawan.
Dalam pesannya, Akhmad Munir juga mendorong para pejabat untuk tidak alergi terhadap wartawan. Menurutnya, wartawan adalah kontrol sosial agar pejabat bekerja dengan baik. Karena itu, ia mengajak pemerintah untuk mendorong kemitraan, merangkul wartawan, dan mudah diwawancarai demi keterbukaan informasi publik.
“Kalau ada yang mengancam, hadapi dan laporkan ke Kabid Humas Polda Sulut,” tegas Munir terkait oknum wartawan yang memeras dan menakuti pejabat. Ia menegaskan bahwa media bukan lawan pemerintah, melainkan mitra strategis untuk memajukan daerah.
Akhmad Munir menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang tinggi kepada PWI Sulawesi Utara yang berhasil menyelenggarakan PWI Sulut Award 2026, meski kepengurusannya belum genap satu tahun. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kerja keras, kekompakan, dan keseriusan pengurus PWI Sulut di bawah kepemimpinan Sintya Bojoh dalam membangun organisasi dan merawat kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Ini luar biasa. Kepengurusan belum setahun, tapi sudah bisa membuat acara sebesar PWI Sulut Award. Ini bukti PWI Sulut bekerja sungguh-sungguh, solid, dan dipercaya oleh banyak pihak,” ujar Munir.
Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh mengatakan pihaknya mengapresiasi hubungan yang terjalin baik antara wartawan dan pemerintah daerah maupun swasta lainnya. Dia berharap PWI dan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya akan bersama-sama membangun daerah Sulut. PWI Sulut Award 2026 memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, perbankan, dan swasta yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun pembangunan manusia di Sulut.
Di akhir acara, Akhmad Munir menegaskan bahwa PWI akan terus bersinergi dan berkolaborasi bersama seluruh stakeholder pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun daerah dan bangsa.
“PWI tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bersinergi dengan semua stakeholder. Bersama-sama kita rawat demokrasi, kita kawal pembangunan, dan kita majukan Sulawesi Utara serta Indonesia,” tegas Munir.
Penghargaan yang diraih Pemkab Minut diharapkan menjadi momentum untuk terus berkolaborasi dengan insan pers, menghadirkan terobosan baru, serta memastikan setiap inovasi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara. (*)





