Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Minut Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

oleh -1059 Dilihat

Minut– Semangat persatuan perlu diwujudkan melalui karakter, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama. Pesan ini menjadi penekanan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (28/10/2026).

Apel peringatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin Asisten I Pemkab Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, yang membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia.

Dalam sambutan tersebut, generasi muda diingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan yang dimiliki. Lebih dari itu, kemajuan sejati bertumpu pada kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

“Pembangunan Indonesia yang maju bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Umbase.

Sambutan tersebut juga menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang memiliki tiga nilai utama, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme tidak cukup ditunjukkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa dan negara. Sementara itu, kegigihan menjadi modal bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan tanpa mudah menyerah ketika berhadapan dengan kesulitan maupun kegagalan.

Adapun empati diperlukan agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegas Umbase saat membacakan sambutan tersebut.

Momentum peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ikrar yang lahir pada 28 Oktober 1928 tetap memiliki relevansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam rangkaian upacara, dilakukan pula pembacaan keputusan Kongres Pemuda-Pemudi Indonesia yang menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Sumpah Pemuda. Pembacaan tersebut mengingatkan kembali tekad para pemuda untuk menyatukan tanah air, bangsa, dan bahasa dalam semangat persatuan Indonesia.

Menpora juga mengajak generasi muda untuk terus berani bermimpi, bekerja keras, mengambil peran kepemimpinan, serta bersedia melayani masyarakat. Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan diharapkan menjadi bentuk nyata kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan negara.

Upacara peringatan yang digelar Pemkab Minahasa Utara tersebut diikuti perwakilan instansi terkait, kalangan pemuda, jajaran Polri, serta aparatur pemerintah daerah.

Sejumlah peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menghadirkan nuansa kebinekaan sekaligus mempertegas pesan persatuan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. (*Adve)

No More Posts Available.

No more pages to load.